Korem Gapu Jambi Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Seorang balita usai menjalani operasi bibir sumbing gratis dalam rangka baksos yang digelar Korem 042/Gapu Jambi (Foto: Haluanjambi.co/Budi Harto)

-

AA

+

Korem Gapu Jambi Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis

Regional | Jakarta

Sabtu, 14 Desember 2019 17:23 WIB


JAMBI, HALUAN.CO - Korem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) operasi bibir sumbing dan langit-langit sumbing gratis, Sabtu (14/12/2019). Baksos ini diperuntukkan bagi keluarga yang tidak mampu dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD 2019.

“Kegiatan Bakti Sosial ini dalam rangka Hari Juang TNI AD 2019 dengan sasaran keluarga kurang mampu di Jambi. Kerjasama Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi dan Smile Train Indonesia Dari Palembang serta Team Yayasan Ummi Ramlah,” kata Danrem Kolonel Arh Elphis Rudy saat meninjau pelaksanaan operasi di RS Dr. Bratanata Jambi, Sabtu (13/12/2019) seperti dikutip dari Haluanjambi.co (Haluan Media Grup).

Kegiatan baksos ini, diikuti sebanyak 33 pasien penderita bibir sumbing yang berasal dari seluruh wilayah Jambi. Menurut dia, operasi untuk memulihkan penderita bibir sumbing ini tidak hanya dilakukan satu kali.

“Informasi yang saya dapat, setidaknya butuh tiga hingga empat kali operasi dan biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Sehingga diharapkan kegiatan semacam ini bisa dilakukan lagi,” katanya.

Ia juga berharap, dengan bakti sosial yang diselenggarakan Korem 042/Gapu ini bisa meringankan beban masyarakat.

“Terutama orang tua yang putra putrinya ada kelainan bibir sumbing bisa dioperasi dengan hasil yang baik,” katanya.

Salah satu warga (yang tidak mau disebutkan namanya) mengaku, sangat bersyukur putranya bisa dioperasi secara gratis. “Sangat bersyukur bisa dapat operasi gratis,” katanya saat ditemui di RS Bratanata.

Menurut dia sebelumnya, anaknya tersebut sudah dua kali di operasi yaitu saat usia empat bulan dan saat usia dua tahun akibat menderita labio palato yaitu keadaan bibir atau langit gusi terdapat celah (sumbing).

“Saya mengetahui ada program tersebut lewat media sosial facebook. Lalu dia mencoba mendaftar. Waktu dicek semua bisa dan sehari setelahnya langsung dilakukan operasi,” katanya.

Warga tersebut mengatakan, sebelum dioperasi anaknya juga sering mengalami penyakit ISPA. Paling tidak sebulan bisa dua kali terkena ISPA.

“Karena masih ada celah, kalau makan sering keluar dari mulut, jadi sering ISPA,” sebutnya.

Selain itu, anaknya juga sering mendapatkan ejekan dari teman sebaya, sehingga dengan adanya kegiatan ini dirinya bersyukur anaknya tidak lagi menjadi korban perundungan (bully).

“Jelas akan menambah motivasi anak saya menjadi lebih kuat dan semangat saat kumpul dengan teman, bisa lancar ngomong juga, jadi gak di-bully lagi,” imbuhnya.

Penulis: Budi Harto


0 Komentar