KPK Bakal Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (FOTO: Liputan6.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dalam proses penyidikan kasus dugaan suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih dari partai tersebut untuk periode 2019-2024.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan, Hasto bakal dipanggil bila penyidik membutuhkan keterangan dari anggota DPR RI tersebut.

"Kalau penyidik membutuhkan keterangan yang bersangkutan pasti akan dipanggil," kata Ali Fikri di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan salah satu anggota Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Ia diduga menerima uang sebesar Rp600 juta dalam upaya memuluskan permintaan Harun Masiku untuk menjadi anggota DPR pengganti antarwaktu (PAW).

Uang itu dikelola oleh orang kepercayaan Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

"Dari Rp450 juta yang diterima ATF, sejumlah Rp 400 juta merupakan suap yang ditujukan untuk WSE (Wahyu Setiawan), komisioner KPU. Uang masih disimpan oleh ATF," kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

"Tim menemukan dan mengamankan barang bukti Rp 400 juta yang berada di tangan ATF dalam bentuk dolar Singapura," lanjutnya.

Jadi Tersangka, Wahyu Setiawan Diduga Terima Uang Rp600 Juta

Lili menjelaskan, uang Rp400 juta disiapkan Harun Masiku untuk memuluskan proses penetapan PAW. Kemudian penerimaan lainnya terjadi pada pertengahan Desember 2019, yakni Rp200 juta.

Dia melanjutkan, Wahyu Setiawan menerima uang tersebut melalui ATF di salah satu pusat belanja di Jaksel.

Dugaan suap yang membuat Wahyu Setiawan menjadi tersangka ini bermula saat KPU menggelar rapat pleno dan menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Almarhum Nazarudin Kiemas.

Kemudian, lobi-lobi dilakukan ATF untuk meloloskan Harun Masiku dalam PAW. Selanjutnya, ATF berkomunikasi dengan Wahyu Setiawan untuk membantu proses penetapan Harun Masiku untuk mengisi PAW tersebut.

"WSE (Wahyu Setiawan) menyanggupi membantu dengan membalas 'Siap, Mainkan'. Untuk membantu penetapan HAR sebagai anggota DPR pengganti antarwaktu, WSE meminta dana operasional Rp900 juta," paparnya.