KPK Gagal Geledah Kantor DPP PDIP, Djarot: Penyidik KPK Tak Bawa Surat
Kantor DPP PDI Perjuangan di jalan Diponegoro, Jakarta. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal mengeledah kantor DPP PDIP yang terletak di Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Penggeledahan itu dilakukan penyidik KPK pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Dari informasi yang berkembang, ketika OTT itu, KPK ikut mengamankan beberapa orang yang yang mengaku-ngaku sebagai Staf Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Diduga karena ada keterlibatkan orang yang mengaku staf Sekjen PDIP itu, penyidik KPK melakukan penggeledahan kantor partai pemenang Pemilu 2019 itu.

Namun upaya pengeledahan itu gagal. Penyidik KPK tidak bisa masuk karena pintu gerbang kantor partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu terkunci rapat.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menyebutkan bahwa penyidik KPK tidak diizinkan masuk karena tidak membawa surat dan bukti-bukti yang kuat dalam pengeledahan itu.

Menurut Djarot, pihak yang berada di Kantor DPP PDIP bukan berarti menolak penggeledahan itu. Pihaknya mengaku menghormati proses hukum yang dilakukan KPK.

Suap KPU Seret Dua Anak Buah Hasto Kristiyanto

"Partai tidak akan mengintervensi. Jadi silakan saja, asalkan betul-betul resmi," ujar Djarot menjawab pertanyaan wartawan di arena Rakernas PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Djarot menegaskan, tidak ada niat DPP menghalang-halangi proses penggeledahan tersebut. Hanya informasi yang diperolehnya, petugas yang bersangkutan dari KPK tidak membawa surat dan bukti-bukti yang kuat.