KPK Minta Bantuan Interpol Menangkap Harun Masiku

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
KPK mengejar Harus Masuki yang kabur ke luar negeri (Ilustrasi: Haluan.co)

JAKARTA, HALUAN.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan minta bantuan Interpol untuk menangkap memburu politisi PDI Perjuangan Harun Masiku sebagai tersangka kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Polri untuk meminta bantuan NCB Interpol," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Selasa (14/1/2020).

Dia berkeyakinan bahwa KPK bersama Kepolisian dan Interpol dapat membekuk Harun Masiku yang saat ini diduga sedang berada di Singapura.

"Saya kira untuk penjahat koruptor tidak akan sulit ditemukan," kata Ghufron yakin.

Ghufron menyatakan, KPK akan segera menetapkan Harun sebagai buronan dengan memasukkan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Upaya ini dilakukan lantaran Harun tak kunjung menyerahkan diri usai ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap Wahyu Setiawan, pada Kamis (9/1/2020).

KPK hingga saat ini masih memburu Harun yang lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020) lalu.

Sementara, Ditjen Imigrasi menyebut Harun meninggalkan Indonesia pada 6 Januari 2020. Harun terbang ke Singapura melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Yang bersangkutan tercatat keluar Indonesia tanggal 6 Januari ke Singapura," kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020).

Inilah Sikap Ketua Komisi III DPR soal Penggeledahan Kantor DPP PDIP

Arvin mengatakan berdasarkan data Imigrasi, Harun belum kembali ke Indonesia. Harun diduga masih berada di Singapura sejak pekan lalu.

Hingga saat ini, Arvin menyatakan, KPK juga belum mengirimkan surat permintaan untuk mencegah Harun maupun pihak terkait lainnya bepergian ke luar negeri.

"Kalau permintaan secara administrasi untuk pencegahannya belum kami terima," katanya.


0 Komentar