KPU Sebut Permohonan PAW Harun Masiku Ditandatangani Ketum dan Sekjen PDIP

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua KPU, Arief Budiman. (FOTO: Tribunnews.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengatakan permohonan pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku yang menyeret salah satu anggota komisioner KPU, Wahyu Setiawan dalam kasus korupsi ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen PDI Perjuangan. 

"Sebetulnya kalau surat menyurat administratif bisa pokoknya pimpinan partai. Tapi yang terakhir (surat PAW atas nama Harum Masiku) memang ditandatangani oleh ketua umum dan sekjen," kata Arief Budiman dilansir dari Antara di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

KPU, kata Arief, kemudian menggelar pleno setelah permohonan PAW masuk. Namun KPU tetap tidak bisa menyetujui Harun Masiku menjadi PAW caleg terpilih yang meninggal dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas.

Arief menegaskan, pihaknya konsisten menjawab tidak bisa melakukan PAW atas nama Harun dari beberapa kali permohonan yang disampaikan parpol.

Hal itu, menurut dia, karena bertentangan dengan aturan lantaran seharusnya yang mengganti adalah caleg dengan suara terbanyak berikutnya di bawah caleg terpilih.

"Kan dia bukan calon terpilih. Calon terpilihnya kan yang lain, Harun itu perolehan suaranya peringkat ke-5 (perolehan suaranya)," ujarnya.

KPK Bakal Panggil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1/2020).

Lembaga antirasuah itu telah mengumumkan empat tersangka terkait kasus suap soal penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024 tersebut.

Sebagai penerima, yakni Wahyu dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Sedangkan sebagai pemberi, yakni kader PDIP Harun Masiku (HAR) dan Saeful (SAE) dari unsur swasta.


0 Komentar