Kritik Luhut soal Natuna, CBA: Benahi Saja Anggaran Kemenko Maritim

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. (FOTO: Kompas.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Center for Budget Analysis (CBA) mengkritik pernyataan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan yang meminta persoalan masuknya kapal-kapal China di Perairan Natuna tak dibesar-besarkan. 

Menurut Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman, daripada menyampaikan hal itu, lebih baik Luhut benahi Kemenko Maritim dan Investasi yang dipimpinnya. Menurutnya, selama kepemimpinan Luhut banyak kasus terkait pengelolaan anggaran dan proyek-proyek bermasalah mulai dari anggaran perjalanan dinas sampai proyek LED.

"Pertama anggaran biaya perjalanan dinas Kemenko Maritim di tahun 2017, pada tahun itu total duit negara yang dihabiskan mencapai Rp208.073.339.949. Mirisnya diduga kuat penggunaan uang ratusan miliar banyak diselewengkan. Adapun modus yang umum ditemukan adalah laporan fiktif, uang yang digunakan lebih besar daripada yang dilaporkan," kata Jajang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/1/2020).

Dia menyebut, potensi kebocoran anggaran dalam biaya perjalanan dinas hampir merata di struktur Kemenko Maritim, mulai dari jutaan sampai ratusan juta. Seperti yang terjadi pada Sekretariat Kemenko Maritim di mana ada kebocoran biaya perjalanan dinas dalam dan luar negeri sebesar Rp162.946.294.

"Selain itu dalam deputi II juga ditemukan kebocoran sebesar Rp11.762.942, Deputi III sebesar Rp75.488.400, serta Deputi IV sebesar Rp4.425.000," ujarnya.

"Bahkan jika dibedah lagi, anggaran perjalanan dinas ini sepertinya lahan basah. Sampai-sampai untuk paket meeting juga dimainkan. Misalnya paket meeting perjalanan dinas pada Sekretariat Kemenko Maritim ada kebocoran Rp14.832.000

Deputi II Rp23.400.000, serta Deputi III Rp9.033.000," sambungnya.

Jika ditotal, kata Jajang, sedikitnya ada potensi kerugian negara sebesar Rp315.515.536.

Tak Ada Tawar-menawar dengan China soal Natuna, Luhut Melunak?

Kemudian yang terakhir, kata Jajang, terdapat sejumlah proyek di Kemenko Maritim pada 2019 yang berpotensi merugikan keuangan negara. Dirinya proyek media visual LED Videotron Indoor dengan anggaran yang dihabiskan sebesar Rp1.449.871.800.

Perusahaan yang dimenangkan oleh Kemenko Maritim itu adalah PT Sarana Global Prima yang beralamat di Jl Rajawali Selatan Raya Rukan multiguna Blok 1G Kemayoran Jakarta Utara. Menurut CBA, pelaksanaan proyek ini diduga kuat dimainkan sejak proses lelang.

"Adapun modus yang kami temukan pihak Kemenko Maritim mengarahkan pemenang lelang kepada perusahaan tertentu, dan nilai proyek yang disepakati dengan pemenang tender terindikasi di markup, sehingga ada potensi kebocoran anggaran sebesar Rp168 juta karena nilai proyek yang dihabiskan lebih tinggi dari standar harga," ungkap dia.

"Jadi sebaiknya Menko Maritim Luhut lebih baik buru-buru membenahi kementeriannya, kalau kementerian sendiri tidak bisa diawasi dengan ketat dan bocor terus bisa-bisa kapal yang dipimpinnya tenggelam," pungkasnya.


0 Komentar