Kunjungi Borobudur, Wishnutama Sempat Berbincang dengan Turis Singapura

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Wishnutama bersama keluarga asal Singapura di Borobudur. (Foto: Instagram Wishnutama)

YOGYAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreafif (Parekraf) RI, Wishnutama mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (19/12/2019). Kunjungannya didampingi Wakil Menteri Angela Tanoesoedibjo untuk membahas rencana lanjutan pengembangan kawasan Borobudur dan sekitarnya.

Melihat keindahan bangunan yang pernah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia itu, Wishnutama pun terpukau dan memuji pemandangannya yang cantik. “Pemandangan sore yang cantik dari atas Candi Borobudur yang memukau. #borobudur #wonderfulindonesia,” tulis Wishnu dalam akun instagram miliknya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyempatkan mengobrol dengan satu keluarga yang merupakan wisatawan mancanegara asal Singapura. Wishnu bertanya dan meminta masukan perihal Indonesia dari wisatawan Jepang tersebut.

Wishnu menanyakan pengalaman mereka sejak tiba di lapangan terbang, bagaimana pengalaman transportasi, hotel, masyarakat, dan juga tentang candi Borubudur sendiri. Jawabannya, ternyata keluarga wisatawan tersebut sangat mengapresiasi semua pengalaman mereka selama di Indonesia.

Keluarga Singapura itu juga memuji keramahtamahan petugas di bandara. Begitu pula keramahan masyarakat Indonesia. Berkali-kali mereka mengucapkan terima kasih atas keramahan para warga. Mereka juga sangat mengapresiasi Indonesia yang telah merawat dan menjaga Candi Borobudur yang amat mereka kagumi.

“Semoga perjalanan mereka selanjutnya di Indonesia terus menyenangkan,” tulis Wishnu.

Dikatakan Wishnu, selain keindahan alam, budaya dan kearifan lokal, keramahtamahan adalah salah satu kunci sukses utama destinasi wisata.

Sementara itu, dilansir dari Tribunnews.com, Wisnutama mengatakan, pihaknya tengah memikirkan bagaimana konektivitas, infrastruktur apa yang perlu ditambah di kawasan Joglosemar (Yogyakarta, Solo dan Semarang), cara mengemasnya, dan bagaimana membuat event-event yang menarik sesuai dengan tema. Pengembangan mesti tetap memperhatikan kelestarian, baik kelestarian alam maupun kelestarian candi.

Ia juga mengatakan, perlu adanya strategy plan yang terkait dengan berbagai menteri, seperti menteri PU, Perhubungan, BUMN, dan lainnya.

Meski banyak potensi yang dikembangkan, destinasi wisata itu harus memiliki dampak dan manfaat kepada masyarakat di sekitar. Jangan sampai masyarkat sekitar hanya jadi penonton. Mereka harus merasakan dampak wisatawan yang datang ke daerah mereka.

“Apapun harus empower people, harus memberdayakan masyarakat," ujarnya.


Penulis: Melda Riani


0 Komentar