Lawan Covid-19, Alumni SBM ITB Galang Dana untuk Ojol hingga Pedagang Keliling
Ilustrasi ojek online. (FOTO: Istimewa)

BANDUNG, HALUAN.CO - Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA SBM ITB) meluncurkan gerakan penggalangan dana sosial melalui inisiatif program PELITA SBM untuk #SalingBantuMembantu.

Penggalangan dana ini dilakukan melalui platform crowdfunding kitabisa.com untuk menyikapi semakin meningkatnya kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Penggalangan dana ini akan dikelola oleh program PELITA SBM untuk memberikan bantuan dasar bagi pekerja informal dengan upah harian yang sangat terdampak dengan adanya kasus Covid-19 tersebut.

Selain itu juga bantuan pengadaan alat pelindung diri (APD) yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan di DKI Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia.

View this post on Instagram

#SalingBantuMembantu Melawan COVID-19! Seperti yang kita semua ketahui, penyebaran virus COVID-19 di Indonesia kini semakin mengkhawatirkan. Pemerintah pun sampai menyerukan gerakan "Bekerja, Belajar dan Beribadah dari Rumah" demi bisa menurunkan kurva penyebaran virus COVID-19 di Indonesia. Namun sayangnya, gerakan #DiRumahAja tak bisa dilakukan oleh seluruh kalangan. Beberapa dari kita masih harus pergi ke luar rumah demi bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka adalah para driver ojek online, sopir taksi, pedagang keliling, dan masih banyak jenis pekerja informal lain yang mengharuskan diri mereka untuk tetap keluar rumah di tengah-tengah situasi berbahaya seperti saat ini hanya demi bisa menyambung hidup setiap hari. Tergerak dari kenyataan tersebut, kami, Ikatan Alumni Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (IA SBM ITB), membuat penggalangan dana sosial melalui inisiatif program PELITA SBM untuk kita #SalingBantuMembantu mereka yang membutuhkan uluran tangan di dalam situasi ini. Lewat penggalangan dana ini, kami mengajak kamu dan seluruh pihak yang terdorong untuk membantu kami dalam menyalurkan subsidi ekonomi untuk berbagai kebutuhan dasar harian dan alat pelindung diri (APD) untuk didistribusikan langsung kepada masyarakat kecil, pekerja informal, dan tenaga kesehatan yang rawan terdampak COVID-19 di DKI Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia.  Donasi dapat dilakukan melalui (link tersedia di bio): kitabisa.com/SalingBantuMembantu Setiap donasimu, bisa jadi upaya nyata menyelamatkan satu jiwa warga Indonesia dan umat manusia. Segera bantu, karena kebaikanmu sangat berarti bagi mereka. #SalingBantuMembantu #COVID19 #LawanCOVID19

A post shared by Ikatan Alumni SBM ITB (@iasbmitb) on


Manajer Tim Kampanye program PELITA SBM, Shavira Mayola, mengatakan, kebijakan social distancing atau gerakan #DiRumahAja yang menjadi langkah pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 ternyata tidak berlaku untuk seluruh masyarakat.

Menurut Shavira, banyak orang yang masih harus melakukan aktivitas di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Seperti para driver ojek online, sopir taksi, pedagang keliling, dan masih banyak jenis pekerja informal lain," kata Shavira dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/3/2020).

PM Singapura Minta AS-China Kerja Sama Lawan Corona, Bukan Saling Kecam

Dia mengungkapkan, para pekerja informal dan tenaga kesehatan harus terus bekerja di tengah-tengah ancaman Covid-19. Untuk itu, pihaknya berinisiatif menggalang dana untuk para pekerja tersebut.

"Pekerjaan ini kan tidak mungkin dilakukan dari rumah. Tentunya mengharuskan mereka untuk keluar rumah di tengah-tengah situasi berbahaya seperti saat ini demi menyambung hidup setiap hari,” ujarnya.


0 Komentar