Lebih dari Separuh Negara Ajukan Utang ke IMF, Apakah Indonesia Termasuk?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi para petinggi IMF menggelar rapat. (Foto: Bloomberg)

-

AA

+

Lebih dari Separuh Negara Ajukan Utang ke IMF, Apakah Indonesia Termasuk?

Bisnis & Finance | Jakarta

Kamis, 16 April 2020 11:57 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan lebih dari 100 negara, telah meminta pinjaman multilateral untuk pembiayaan darurat di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Mengapa ini penting:

  • Dari separuh negara di dunia yang ajukan pinjaman ke IMF, Indonesia apakah termasuk di dalamnya? karena banyak masyarakat yang menolak agar pemerintah tidak lagi menambah utang.
  • Bank Dunia baru saja menyetujui pinjaman sebesar USD 300 juta atau setara Rp4,95 triliun (Kurs Rp16.500 per USD) untuk Indonesia.

Konteks:

  • IMF telah menyiapkan dana USD1 triliun untuk negara-negara anggotanya yang menghadapi pandemi COVID-19.
  • Dalam catatan sejarah, IMF menjadikan Indonesia sebagai pasien mal praktik dimulai 15 Januari 1998 saat Presiden Soeharto menandatangani Letter of Inten/Lol senilai 43 miliar USD beserta obat yang diberikan ternyata sangat pahit untuk ditelan ekonomi di Tanah Air.

Apa katanya: "Kami menanggapi sejumlah permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pembiayaan darurat – dari lebih dari 100 negara,” kata Georgieva dilansir dari CNN, Kamis (16/4/2020).

Bantuan IMF:

  • IMF telah menyetujui pinjaman lebih dari 20 negara, dengan banyak lagi yang akan akan disetujui.
  • Dewan eksekutif IMF akan membahas saluran likuiditas jangka pendek baru untuk negara-negara dengan fundamental ekonomi yang kuat.
  • Keanggotaan IMF juga sedang menjajaki alat-alat tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan keuangan negara, termasuk cara terbaik menggunakan Hak Penarikan Khusus (SDR).

Prediksi IMF:

  • IMF menyebut kondisi ini adalah yang terparah sejak 1930. Risiko resesi bisa terjadi pada 2021, jika pejabat di berbagai negara tak mampu merespon pandemi ini dengan kebijakan yang cepat dan tepat.
  • Lockdown besar-besaran akan berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi global. Tingkat produk domestik bruto (PDB) masih dibayangi ketidakpastian.
  • IMF mencontohkan, Amerika telah menyetujui stimulus USD 2 triliun untuk menjaga sistem keuangan tetap stabil,
  • Pertumbuhan ekonomi di China juga sangat terpukul, diproyeksi akan turun ke level 1,2 persen. Pertumbuhan ini memiliki prospek yang sama suramnya dengan negara-negara lain.
  • IMF memperkirakan ekonomi Jerman juga akan terdampak karena terganggunya perdagangan global. Inggris juga diprediksi mengalami penurunan pertumbuhan.
  • Jepang juga tak luput masuk dalam daftar negara yang ekonominya akan memburuk akibat. Walaupun Jepang tidak melakukan pembatasan besar-besaran namun tetap saja perekonomiannya akan tertekan.
  • Investasi-investasi yang berkurang akibat krisis dapat meninggalkan luka mendalam untuk para pelaku bisnis.
Imbas COVID-19, Menkeu: Skenario Terberat, Pengangguran Akan Bertambah 5,2 Juta Orang

Imbauan IMF:

  • IMF mengimbau komunitas internasional untuk meningkatkan bantuan ke negara-negara yang paling rentan dengan memberikan peningkatan pendanaan serta keringanan utang.
  • Negara-negara di dunia harus berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi pandemi yang telah menelan ratusan ribu korban jiwa dan jutaan orang yang diputus hubungan kerjanya.
  • IMF menyebut, COVID-19 ini menguji ketahanan ekonomi negara dan bank sentral yang berupaya sekuat mungkin untuk menjaga sistem keuangan di sebuah negara.
  • Dalam laporannya, IMF memperingatkan jika kepercayaan konsumen akan merosot. Perusahaan dan rumah tangga saat ini dapat mengubah kebiasaan misalnya dengan mengurangi masalah pada rantai pasok.
  • Pemerintah dan seluruh masyarakat harus berupaya bekerja sama untuk menekan penyebaran virus dan mendukung pengembangan penelitian vaksin.
  • IMF merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengalokasikan dana untuk pengujian, mempekerjakan kembali pensiunan profesional di bidang medis, alat kesehatan seperti ventilator dan alat pelindung diri dan pencabutan pembatasan perdagangan produk medis.
  • IMF meminta para pemerintah negara harus meningkatkan fiskal jika pembatasan terus berlangsung.
  • Negara-negara juga diminta memberikan bantuan kepada pekerja, dan pemerintah harus tetap membayar pekerja yang bekerja dari rumah.

0 Komentar