Legislator: Tangkap Pelaku Kejahatan Terstruktur di Jiwasraya!
Anggota Komisi XI DPR Vera Febyanthy. (Foto: Dpr.go.id)

JAKARTA, HALUAN.CO - Legislator dari Demokrat, Vera Febyanthy menilai permasalahan yang dihadapi PT. Asuransi Jiwasraya sebagai bentuk kejahatan yang terstruktur atau organized crime yang mengakibatkan perusahaan asuransi plat merah itu mengalami kerugian dalam jumlah yang besar.

"Ini bentuk kejahatan yang terstruktur atau organized crime yang harus dituntaskan," tegas anggota Komisi XI atau Keuangan DPR, dalam rilisnya yang diterimanya Haluan.co, Sabtu (28/12/2019).

Karena itu dirinya mendorong dan mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dia mendesak agar para pelaku yang menyebabkan kerugian yang begitu besar dialami perusahaan plat merah tersebut segera ditangkap.

"Pelaku kajahatan terstruktur di Jiwasraya ini harus segera ditangkap karena sudah sangat merugikan," tegas Vera.

Vera mengatakan, Jiwasraya memiliki 5,5 juta pemegang polis yang saat ini masih sangat mengharapkan bisa mendapatkan klaim asuransi.

Selain itu, kerugian bersih yang dialami perusahaan sampai Triwullan III tahun 2019 mencapai Rp13,7 trilliun.

“Ada 5,5 juta pemegang polis Asuransi Jiwasraya yang saat ini sangat mengharapkan bisa mendapatkan klaim asuransinya,” kata Vera.

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, kerugian besar yang dialami Jiwasraya perlu dipertanggungjawabkan.

"Ini penting untuk menjaga kepercayaan public terhadap asuransi, terlebih lagi asuransi BUMN," tegasnya.

Untuk membantu permasalahan tersebut, Komisi XI DPR meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melaksanakan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) terhadap Jiwasraya.

Lebih lanjut Vera menginginkan adanya rapat gabungan antara Komisi XI dan Komisi VI DPR RI bersama Menteri Keuangan, Menteri BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami meminta segera dilaksanakan Rapat Gabungan terkait penyelesaian permasalahan PT. Asuransi Jiwasraya bersama Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan OJK,” tutup legislator daerah pemilihan Jawa Barat VII itu.