Lelaki Ini Siksa Anak Kandungnya yang Masih Balita Hingga Tewas
Ilustrasi. (Foto: Ist)

BUKITTINGGI, HALUAN.CO - Seorang ayah begitu tega menyiksa anak kandungnya sendiri yang masih balita bernama Alif (3,5) tahun hingga tewas.

Peristiwa tersebut terjadi di Jorong Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (20/3/2020).

Bocah perempuan malang itu tidak saja disiksa oleh ayah kandung H (24), tapi juga ibu tirinya RR (26) dan adik dari H berinisial RY (15) yang berstatus sebagai pelajar SMP.

"Ketiga pelaku telah kita amankan sejak kemarin," kata Kapolresta Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso, Jumat (20/3/2020) seperti dikutip Harianhaluan.com (Haluan Media Group).

Sebelum bocoh itu meninggal, sudah berulang kali mendapat perlakukan kasar dan siksaan dari ketiga pelaku.

Hari demi hari, si kecil Alif harus merasakan kesakitan yang teramat dalam. Kesalahan sedikit saja, Alif langsung dipukul dan dibanting.

Bahkan, sudah meminta ampun, dia malah terus mendapat perlakuan kasar dari orang-orang yang seharusnya melindungi dirinya itu

Terlebih ketika Alif ketahuan pipis diatas tempat tidur. Orangtuanya langsung memukul dan menyuruhnya untuk mencuci pakaiannya sendiri.

Rintihan dan erangan kesakitan atas siksaan yang dialaminya ini juga terdengar ke rumah tetangga, namun apa daya, mereka tak bisa berbuat banyak.

Puncaknya, terjadi pada hari Minggu, (15/3/2020) sekitar pukul 12,00 WIB. Bocah perempuan yang tidak berdosa itu meninggal mengenaskan di tangan ayah kandung dan ibu tiri serta pamannya itu.

Korban sempat dilarikan ke RS Yarsi Bukittinggi oleh Liza Haryati (25), ibu kandungnya, setelah diberitahu oleh sang H karena Alif mengalami kejang.

Namun pihak RS Yarsi Bukittinggi merujuk korban ke RS Achmad Muchtar karena mengalami pendarahan di kepala.

Melihat anaknya penuh luka lebam di sekujur tubuh, akhirnya sang ibu melaporkan mantan suaminya itu ke Polres Bukittinggi, Senin (16/3/2020).

Sementara Alif, setelah menjalani perawatan selama lima hari di RSAM, akhirnya meninggal pada Kamis (19/3/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.

Bayi Hubungan Gelap Kakak Neradik Dibuang ke Selokan, Pelaku Pelajar SMA

Dari hasil pemeriksaan luar terdapat luka lebam di kepala dan di sekujur tubuh, korban diduga dianiaya menggunakan pipa paralon.

"Setelah mendapat laporan dari ibu kandung korban pada Senin, kita langsung jemput bola ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban," kata Kapolresta

Selain itu, petugas kepolisian Polresta juga ke TKP di Jorong Guguak Tinggi Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam dan mengumpulkan informasi dari para tetangga.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara, sedangkan pelaku dibawah umur akan didampingi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bukittinggi.

Korban Perceraian Orang Tua

Kapolres juga menceritakan, ibu dan ayah kandung korban telah bercerai sejak tahun 2017 lalu.

Kemudian, ayah kandung korban (H) kawin lagi dengan seorang janda berinisial RR pada tahun 2018 dengan membawa adiknya RY untuk tinggal di rumah istri barunya itu.

Sedangkan ibu kandung korban juga telah menikah lagi dengan laki laki lain.

Pada putusan sidang percerai di Pengadilan Agama menyatakan hak asuh anak jatuh ke ibu kandung. Namun H berkeras untuk membawa korban dan menitipkannya di rumah orang tuanya.

"Karena orang tua perempuannya meninggal, akhirnya korban tinggal bersama ayah kandung dan Ibu tiri korban sejak 6 bulan lalu," terangnya.