Lockdown di India Kacau, Ribuan Buruh Harian Mudik Ramai-ramai

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Puluhan ribu buruh urban mendatangi Terminal Bus Anand Vihar untuk pulang ke kampung. (Foto: India Today)

NEW DELHI, HALUAN.CO - Kebijakan karantina wilayah atau lockdown di India, dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), menjadi kacau balau. Menginjak hari keempat lockdown, puluhan ribu pekerja urban dari ibu kota Delhi malah berbondong-bondong berdesakan menyerbu Terminal Bus Anand Vihar demi pulang ke kampung halamannya masing-masing, bahkan tak sedikit yang jalan kaki.

Arus eksodus massal ini terlihat beberapa jam setelah otoritas Delhi, Bihar, dan Uttar Pradesh, mengumumkan menyediakan ratusan bus bagi warga yang ingin meninggalkan Delhi.

"Saya bekerja di lokasi konstruksi di Gurugram. Mandor menyuruh saya mencari kamar tinggal, tetapi tak ada pekerjaan. Mau bagaimana lagi pria miskin seperti saya dalam situasi seperti ini?" kata Brajesh yang berjalan kaki dari Ghazipur di perbatasan Delhi ke terminal demi naik bus menuju Bahraich di Uttar Pradesh, dilansir dari India Today, Minggu (29/3/2020).

Senasib dengan Brajesh, para pekerja urban memilih pulang kampung lantara tak sanggup lagi menyewa kamar, seperti yang diperintahkan mandornya.

Gelombang balik kampung ini pun melonjak setelah pemerintah mengumumkan akan memfasilitasi bus menuju negara bagian sekitar Delhi.

Berkumpulnya puluhan ribu pekerja ini menimbulkan risiko kesehatan yang besar.

Sebab, tak adanya jaga jarak fisik (physical distancing) dan itu memicu risiko penularan dari satu orang ke orang lain.

Para ahli menilai, semestinya pemerintah lebih siap. Karena lebih dari 45 persen tenaga kerja di India adalah buruh harian. Imbasnya, ribuan orang yang berjalan bersama di terminal tersebut mengalahkan tujuan isolasi dan pemutusan rantai penularan virus.

"Orang-orang ini berisiko menyebarkan virus di antara mereka sendiri dan melipatgandakannya saat tiba di negara bagian lainnya," ujar direktur pulmonologi di Institut Penelitian Fortis Memorial di Gurgugram, Dr Manoj Goel.

Virus corona ini pun bisa menjangkau kampung-kampung kecil, tempat para buruh tiba, lalu menyebarkannya bak kebakaran hutan.

"Arus Mudik ini berbahaya karena bisa saja ada yang telah terjangkit Virus Corona. Penyakit mematikan ini pun sampai ke desa di mana fasilitas kesehatannya masih sangat buruk," kata Jugal Kishore, direktur Akademi Kesehatan Vardhman Mahavir dan Rumah Sakit Safdarjung.

Jumlah kasus corona di India telah melebihi 900 kasus pada Sabtu (28/3/2020) dengan 19 orang meninggal dunia. Di Delhi sendiri, terdapat 49 kasus baru terkonfirmasi.

Cegah Corona, Polisi Afrika Selatan Tembakan Peluru Karet Bubarkan Kerumunan

"Gunanya Lockdown adalah untuk menghentikan penularan manusia ke manusia dengan mengisolasi warga di rumah masing-masing. Sangat penting memutus rantai penularan. Yang kita lihat di Delhi hari ini sangat berbahaya. Ini seperti bom waktu yang dipegang penyebar super (super-spreader)," ucap Dr Subhank Singh yang baru saja pensiun dari Rumah Sakit Medanta di Gurugram.


0 Komentar