Longsor di Sukajaya Sangat Masif seperti Es Krim Meleleh

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kepala BNPB) Doni Monardo dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono didampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau lokasi longsor di Sukajaya, Bogor (Foto: Antara)

-

AA

+

Longsor di Sukajaya Sangat Masif seperti Es Krim Meleleh

Megapolitan | Jakarta

Sabtu, 18 Januari 2020 17:45 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono didampingi Bupati Bogor Ade Yasin meninjau lokasi longsor di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat. Doni mengatakan, longsor di Sukajaya sangat masif seperti es krim meleleh.

"Di daerah Sukajaya yang sempat dikunjungi Pak Presiden, itu longsornya sangat masif bahkan kalau boleh kita pinjam istilah itu seperti es krim yang meleleh dan jumlahnya mencapai ribuan titik. Sehingga ini pun perlu dipikirkan solusi yang dilakukan untuk jangka pendek," kata Doni seperti dalam rekaman video yang dikirim Kepala Pusdatinkom BNPB Agus Wibowo, Sabtu (18/1/2020).

BNPB bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melakukan reforestasi dan revitalisasi daerah aliran sungai untuk mencegah longsor. Doni juga mengatakan sudah mendatangkan sejumlah pakar untuk meminta masukan sekaligus pemetaan menangani bencana di hulu.

"Memberikan masukan pemetaan mana daerah yang boleh ditangani, mana yang bisa ditangani tanaman keras yang punya nilai ekonomis tapi juga berfungsi ekologis," terang Doni.

Doni juga menerima laporan soal adanya bangunan-bangunan dengan aktivitas penambangan yang diduga menyebabkan longsor. Doni mengatakan akan melakukan tindakan.

"Harus kita katakan apa adanya bahwa di bagian hulu, terutama di kawasan Gunung Halimun, itu ditemukan ada ratusan bangunan-bangunan bertenda biru yang semula digunakan oleh istilahnya gurandil, petambang. Ini tentunya tak bisa dibiarkan, makanya kita cari solusi yang tak bisa timbulkan masalah sosial, contohnya masyarakat kehilangan pekerjaan," kata Doni.

Saat Pasukan Elite TNI Tembus Lokasi Bencana Terparah di Kabupaten Bogor

Agus Wibowo dalam keterangannya menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab utama banjir dan longsor di Bogor. Dari hasil tinjauan, Agus mengatakan longsor terjadi karena hutan gundul karena penebangan hutan.

"Penyebab lain adalah penambangan ilegal, dari udara terlihat ratusan tenda biru milik para penambang ilegal. Penambang menggunakan merkuri yang juga menyebabkan pencemaran logam berat yang berbahaya bagi manusia," kata Agus.


0 Komentar