LPDB dan OVO Jajaki Kerja Sama Penyaluran Dana Bergulir Bagi Koperasi
LPDB dan salah satu aplikasi dompet digital di Indonesia OVO. (Foto: Dok. LPDB)

JAKARTA, HALUAN.CO - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah bersama salah satu aplikasi dompet digital di Indonesia, OVO, menjajaki kerja sama penyaluran dana bergulir bagi pelaku koperasi Tanah Air. Pimpinan kedua lembaga pun menggelar pertemuan yang difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo, Presiden Direktur Ovo Karaniya Dharmasaputra, Plt. Deputi Bidang Pembiayaan Hanung Harimba Rachman dan staf khusus Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Fiki Satari.

“Kita masih terbuka kerja sama dengan OVO, oleh karena itu mekanismenya harus diatur, karena kita menggunakan APBN apakah aturanya diperbolehkan atau tidak oleh Kementerian Keuangan dalam hal ini PPK-BLU (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum),” kata Braman Setyo, Rabu (5/2/2020).

Dirut LPDB Klaim Target Penyaluran Dana Bergulir Lampaui Rp1,7 Triliun

Braman mengatakan, pihaknya sedang mempelajari dari sisi aturan apakah diperbolehkan penyaluran dana bergulir melalui aplikasi dompet digital seperti OVO atau tidak.

"Karena itu, kita sudah meluncurkan surat Menteri Koperasi kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan, tapi sampai sekarang belum direspons," ujar Braman.

Menurut Braman, jika OJK maupun Kementerian Keuangan memperbolehkan penyaluran dana bergulir melalui OVO, maka hal ini akan memberikan keuntungan bagi LPDB.

Selain mempercepat penyerapan, penyaluran dana bergulir melalui aplikasi dompet digital ini akan memudahkan LPDB dalam mengontrol dana yang dikelola.

“Ini sangat membantu. Ketika koperasi bisa menyalurkan kepada end user tentu akan lebih cepat terinformasi kepada kami. Itu kentungan kalau bisa dilakukan melalui OVO,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Ovo Karaniya Dharmasaputra mengatakan, penjajakan kerja sama ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang meminta perusahaan-perusahaan teknologi untuk membantu mensukseskan program pemerintah.

OVO yang disebut sudah berpengalaman dalam menyalurkan kredit langsung menangkap peluang tersebut.

“Kami dalam hal ini siap. Kami punya platform, teknologi, dan sedikit pengalaman barangkali bisa mempercepat penyaluran dana ke koperasi melalui teknologi. Kami selama ini berpengalaman mendistribusikan kredit produktif untuk UKM,” kata dia.

Selama ini, lanjut Karaniya, OVO sudah menjalankan bisnis pinjaman kredit kepada mitra usahanya baik melalui pasar online, maupun offline dengan total pinjaman mencapai Rp 1,3 triliun. Digital payment system yang dijalankan tersebut diharapkan bisa direplikasi untuk pinjaman kredit bagi koperasi.

“Karena kami bagian dari sebuah ekosistem bisnis dengan Tokopedia dan Grab. Nah ini sebetulnya ekosistem yang menarik yang bisa mensupport visi besar dari Presiden untuk membawa UKM kita ke level yang tinggi dari yang sekarang," pungkasnya.