Luar Biasa, Vietnam Dilaporkan Nol Kasus Meninggal Dunia Akibat Corona
Pelonggaran sistem lockdown Vietnam. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Vietnam mulai berlahan melonggarkan kebijakan jaga jarak atau social distancing yang diterapkan selama ini untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

Mengapa ini penting: Keputusan Vietnam yang sejak awal memberlakukan karantina massal dan pelacakan kontak, secara luas dinilai sudah kesuksesan dalam mengendalikan pandemi.

Konteks:

• Berdasarkan data kompilasi John Hopkins University CSSE, jumlah penderita COVID-19 di Vietnam per hari ini mencapai 270 orang, namun korban jiwa berjumlah nol. Ya tidak ada yang meninggal akibat COVID-19.

Jurus ampuh Vietnam:

• Vietnam tidak menganggap enteng virus Corona. Ketika ramai kabar Virus Corona di China, segala acara yang memancing keramaian langsung dicegah.

• Vietnam sejak awal bersiap siaga dengan mengetatkan pengawasan medis serta menutup seluruh perbatasan hingga bandara yang berpotensi menjadi titik penyebaran wabah.

• Identitas orang yang terinfeksi Corona diungkap. Tempat-tempat yang dikunjungi orang tersebut juga dilacak.

• Lewat kebijakan ini, semua orang tahu di mana lokasi orang yang terinfeksi Virus Corona baru.

• Vietnam juga menerapkan pengawasan ketat terhadap orang yang dicurigai terinfeksi.

• Kemenkes Vietnam bekerjasama dengan perusahaan teknologi mengembangkan sistem pelaporan online di mana dugaan dan konfirmasi kasus COVID-19, serta orang-orang yang berhubungan dekat dengan mereka, dimasukkan ke dalam basis data yang tersedia secara real time.

• Kementerian Komunikasi (MIC) Vietnam juga memperkenalkan aplikasi seluler bernama NCOVI untuk memungkinkan masyarakat menyatakan keadaan kesehatan mereka setiap hari.

Keterlibatan WHO dalam Membantu Pemerintah untuk Mengatasi Masalah Kesehatan Indonesia

• Sistem pemerintahan di Vietnam amat sentralistis, sehingga pusat bisa cepat mengambil keputusan. Dan, kebijakan yang dibuat melawan Corona bisa cepat tanpa perdebatan.

• Penegakan hukum di Vietnam cenderung kuat. Rakyat juga patuh dan langsung bubar sendirinya jika masih berkerumun saat lockdown.

• Banyak bisnis di Vietnam tutup ketika lockdown, dan jika ada orang ketahuan berkeliaran tanpa tujuan saat lockdown maka akan disuruh pulang.

• Vietnam selalu berkoordinasi dengan WHO. Segala saran yang diberikan WHO juga diterapkan.


0 Komentar