Luhut Akui Gelombang PHK Terjadi di Indonesia Imbas Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (FOTO: Istimewa)

-

AA

+

Luhut Akui Gelombang PHK Terjadi di Indonesia Imbas Corona

Ekonomi | Jakarta

Selasa, 14 April 2020 22:39 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia sudah mulai terjadi imbas pandemi virus corona atau COVID-19. 

Namun, menurut Luhut, gelombang PHK terhadap para pekerja itu tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga negara-negara lain di dunia.

Mengapa ini penting:

  • Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak negatif pada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
  • Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan menyebut dampak resesi akibat pandemi COVID-19 lebih buruk dibandingkan krisis keuangan global 2008 lalu.
  • Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, mengatakan, lebih dari 90 negara telah mengajukan permintaan kepada IMF untuk pembiayaan darurat.
  • IMF, ungkap Luhut, juga menyebut gelombang PHK secara global sudah mulai terjadi.

"Di Amerika itu satu hari tuh 10 juta file mereka (pekerja) untuk dapat bantuan pemerintah," kata Luhut dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (14/4/2020) malam.

Konteks: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo, melaporkan terdapat 1,6 juta masyarakat yang terkena PHK dan dirumahkan oleh perusahaannya akibat dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.

Solusi Luhut: Pemerintah akan melihat apa yang bisa dilakukan terhadap sektor swasta guna membantu perusahaan agar tidak melakukan PHK setelah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 untuk menangani COVID-19 dan dampaknya terhadap ekonomi berjalan.

"Sedang dihitung dengan cermat angka-angka itu," ujarnya.

Jokowi Minta Menteri Siapkan Skenario Penyelamatan Ekonomi RI

Ribuan hotel ditutup:

  • Pemerintah memberikan perhatian atas ditutupnya sekitar ribuan hotel karena terdampak COVID-19. Pasalnya, penutupan hotel itu juga berdampak pada pekerjanya.
  • Sektor pariwisata merupakan sektor yang cukup banyak menyerap tenaga kerja dan diharapkan paling cepat pulih setelah pandemi COVID-19 berakhir.

"Pemerintah akan coba, lagi dihitung apakah bunganya dihilangkan berapa lama atau bagaimana, sedang dihitung cermat mengenai ini," katanya.


0 Komentar