Luhut Tolak Permintaan Lima Kepala Daerah untuk Setop Operasi KRL

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Penumpang LRT menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan, menolak permintaan penghentian sementara operasional Kereta Commuter Line (KRL) selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). 

Selama masa PSBB di Jabodetabek itu, Kemenhub hanya membatasi jumlah penumpang di KRL.

Mengapa ini penting:

  • KRL menjadi salah satu moda transportasi favorit para warga Jabodetabek, terutama bagi para pekerja yang ada di wilayah penyangga DKI Jakarta yang bekerja di Ibu Kota. Untuk itu, keberhasilan penerapan PSBB dianggap sulit untuk dicapai bila KRL masih beroperasi seperti biasanya.
  • Namun Kemenhub melalui Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri, menegaskan, tidak menutup operasional KRL, melainkan hanya melakukan pembatasan.

"Bukan menutup atau melarang sama sekali, khususnya untuk melayani kegiatan dan pekerjaan yang dikecualikan selama PSBB," kata Zulfikri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2020).

Konteks:

  • Lima kepala daerah yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok mengajukan pemberhentian sementara operasional KRL. Dalam surat yang ditandatangani kelima kepala daerah itu, disebutkan bahwa selama penerapan PSBB pada 15 April lalu, stasiun KRL di sejumlah wilayah tersebut terpantau ramai yang membuat kontraproduktif dengan tujuan diterapkannya PSBB.
  • Surat itu bernomor 16/Covid-19/Sekret/IV/2020 tertanggal 15 April 2020 dan diajukan kepada Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan.

Yang dilakukan Kemenhub:

  • Membatasi jumlah penumpang dan jam keberangkatan di kereta api (KA) antarkota maupun perkotaan.
  • Evaluasi operasi angkutan KRL Jabodetabek dari waktu ke waktu. Akan dilakukan juga berbagai upaya untuk mendukung pencegahan COVID-19, seperti rekayasa operasi, penertiban antrean di stasiun-stasiun yang masih ramai, dan menjaga physical distancing.

Batasan jumlah penumpang:

  • Kereta api antarkota ditetapkan pembatasan jumlah penumpang maksimum 65 persen dari jumlah tempat duduk. Sedangkan kapasitas maksimal penumpang kereta api perkotaan 35 persen.
  • Sedangkan kereta api lokal, Prameks, dan Kereta Api Bandara jumlah penumpang maksimal 50 persen. Penumpang tidak boleh ada yang berdiri dan wajib menerapkan physical distancing.

Aturan untuk penumpang: Calon penumpang diharuskan mematuhi SOP sejak persiapan perjalanan, selama perjalanan, dan tiba di tujuan, seperti diwajibkan memakai masker, cek suhu tubuh sebelum masuk ke peron, jaga jarak selama di perjalanan, dan disarankan mencuci tangan setiba di tujuan.

Wawancara Khusus Ahmad Taufiq, Sosok Pencorat-coret Surat Stafsus Andi Taufan

PSBB terancam gagal:

  • Kebijakan ambigu akan mengancam gagalnya penerapan PSBB di Jakarta, seperti masih beroperasinya perkantoran, industri, sekolah dan yang lainnya. Kemudian keberadaan semua angkutan umum, angkutan pribadi dan fasilitas umum (minimarket/ supermarket, warung, dan lain sebagainya) masih dapat beroperasi dengan izin terbatas, tidak dihentikan total.
  • Faktor gagalnya PSBB juga karena munculnya dualisme kebijakan di tingkat Peraturan Menteri yang membingungkan publik dan pelaksana lapangan termasuk pemerintah daerah.
  • Selanjutnya munculnya Surat Edaran (SE) Menteri Perindustrian No 4/2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019. Berkat SE Menperin, banyak pabrik/industri termasuk 200 industri non esensial tetap beroperasi.

"Tanpa sanksi penegakan hukum dan banyaknya pasal pengecualian, jangan harap Covid-19 hengkang dari bumi Indonesia. Apa sebaiknya penanganan Covid-19 ini tidak perlu diatur saja karena terlalu banyak kecuali, di berbagai kebijakan kementerian," kata pemerhati kebijakan publik dan perlindungan konsumen Agus Pambagio, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4/2020).


0 Komentar