Luthfi Pembawa Bendera Ngaku Disetrum Polisi, Habiburokhman Angkat Suara
Luthfi Alfiandi berpelukan dengan ibunya saat menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. (FOTO: Tempo.co)

JAKARTA, HALUAN.CO - Anggota Komisi III DPR RI, Habiburokhman, angkat suara soal kesaksian Lutfi Alfiandi yang mengaku disetrum polisi agar mengakui melempar batu ke aparat kepolisian saat aksi pelajar SMK di Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Menurut Habiburokhman, apa yang disampaikan Luthfi itu perlu didalami demi penegakan hukum di Indonesia.

"Makanya harus didalami yang seperti itu agar praktik-praktik penegakkan hukum kita ke depan bersih dari pelanggaran HAM," kata Habiburokhman di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Meski begitu, anggota DPR dari Fraksi Gerindra itu mengaku sulit untuk membuktikan kesaksian Luthfi tersebut. Apalagi, menurutnya, Luthfi tidak didampingi oleh pengacara.

"Itu kenapa wajib didampingi pengacara. Tapi ya sudahlah, itu bisa saling membantah," ujarnya.

Habiburokhman menilai, Luthfi tidak layak ditahan. Dirinya pun berharap agar Luthfi bisa berkumpul kembali dengan keluarga.

Seperti diketahui, Habiburokhman merupakan salah seorang yang menjamin penangguhan penahanan Lutfi bersama politikus Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dan politisi Demokrat Didik Mukrianto.

Lutfi Alfiandi sebelumnya mengaku dipaksa polisi untuk mengakui melempar batu ke aparat kepolisian. Selain dipukul, Lutfi juga mengaku disetrum oleh polisi agar mengakui perbuatannya tersebut.

"Iya dipukul dan disetrum dan itu sama dengan tahanan lain," kata pengacara Lutfi, Sutra Dewi kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

MUI Minta Mental Umat Islam Berubah bila Ingin Maju

Kesaksian Luthfi itu sendiri sudah dibantah oleh pihak kepolisian. Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, pihak kepolisian bersikap humanis.

"Tidak ada, tidak benar itu. Kan ramai-ramai, kita kan humanis. Enggak zamannya lagi begitu-begitu," kata Arsya dilansir dari Detikcom.