Maaf, Mahasiswa Indonesia di Australia Tak Dipulangkan
Ilustrasi bendera Indonesia dan Australia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengatakan tidak ada rencana ataupun imbauan dari Pemerintah untuk mahasiswa Indonesia di Australia kembali ke Tanah Air. Namun, Menlu Retno Marsudi secara khusus, telah menyampaikan kepada Menlu Australia Marise Payne agar memperhatikan WNI di negaranya yang saat ini juga tengah sibuk menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19).

Mengapa ini penting:

  • PM Australia Scott Morrison meminta warga negara asing meninggalkan negaranya untuk meminimalisasi dampak COVID-19, kecuali yang punya ketrampilan seperti dokter atau perawat.
  • Mahasiswa Indonesia yang belajar Australia cemas akan pernyataan PM Marrison.

“Saya ingin menggaris bawahi bahwa sebenarnya tidak ada imbauan dari pemerintah kita mahasiswa untuk kembali ke tanah air,” jelas Teuku Faizasyah saat video conference, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Konteks:

  • Menurut data dari Worldometers, Australia memiliki 6,104 kasus terjangkit, dengan 51 kasus kematian, dan 2.987 kasus berhasil sembuh.
  • Kemenlu RI melaporkan, kasus Covid-19 WNI di luar negeri mencapai 312 orang dengan total sembuh 42 orang atau 13,4 persen dari jumlah kasus.
  • Kampus-kampus di Australia menerapkan sistem belajar online dan mahasiswa asing diminta isolasi mandiri.
  • Ada lebih dari 500 ribu mahasiswa internasional di Australia, diantaranya dari Indonesia.

Imbauan Kemenlu: Jika mengalami permasalahan saat lockdown di Australia, mahasiswa diminta berkomunikasi dengan perwakilan pemerintah di negara tersebut, untuk mencari solusinya.

Pemerintah Amerika Minta Staf Kedutaan Tinggalkan Indonesia

Beberapa negara perpanjang lockdown: Yunani (hingga 27 April 2020), Filipina (30 April), Mesir (23 April), Perancis (15 April), El Salvador (15 hari ke depan), Nepal (1 minggu ke depan), Rumania akan memperpanjang status State of Emergency hingga pertengahan Mei, Spanyol (25 April), Argentina (akhir April), Inggris belum meringankan ketentuan lockdown.


0 Komentar