Mahfud Ungkap Skenario Karantina Wilayah, Begini Gambarannya
Menkopolhukam Mahfud MD. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, mengungkapkan skenario karantina wilayah yang akan diterapkan oleh pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Adapun Peraturan Pemerintah (PP) soal karantina wilayah itu, kata Mahfud, akan dibahas oleh pemerintah pada Selasa (31/3/2020).

"Substansinya dan teknisnya akan dibahas pada Selasa,” kata Mahfud dikutip dari tayangan KompasTV, Minggu (29/3/2020).

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu menjelaskan, karantina wilayah yang diterapkan pemerintah nanti akan sedikit mengadopsi yang dilakukan Belanda dalam melakukan lockdown.

Nantinya, kata Mahfud, masyarakat masih bisa melakukan aktivitas secara terbatas. Sejumlah aktivitas perdagangan seperti apotek, pasar tradisional, dan supermarket tetap masih beroperasi.

“Yang kita inginkan seperti di Netherland itu sekarang. Kan lockdown namanya di sana, kita karantina wilayah namanya. Jadi orang masih boleh berjalan," ujarnya.

Di Belanda, ungkap Mahfud, masyarakat juga masih bisa keluar rumah seperti taman dan lainnya. Namun, menurutnya, aktivitas tersebut mendapatkan penjagaan ketat oleh petugas.

"Tadi cucu saya di sana masih jalan-jalan ke taman, tapi dijaga, enggak boleh jarak sekian,” tuturnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, nantinya pemerintah pusat menyerahkan kepada pemerintah daerah terkait skenario karantina wilayah yang akan diterapkannya.

Sehingga, menurutnya, penerapan karantina wilayah akan diajukan pemerintah daerah.

Dua Kepala Daerah di Bogor Desak Anies Lockdown Jakarta

Pemerintah daerah, lanjut Mahfud, masing-masing menentukan pilihan batasan-batasan apa saja yang akan dilakukan dalam penerapan karantina wilayah nanti.

“Oleh karena itu disebut karantina wilayah, bukan karantina nasional. Tergantung kebutuhan, kan tidak semua wilayah atau kabupaten ingin melakukan karantina, ada yang tidak ingin itu. Bagi yang ingin, ini aturannya,” paparnya.


0 Komentar