Mahyeldi Siap Lanjutkan Estafet Kepemimpinan dari Irwan Prayitno
Walikota Padang Datuk Marajo H. Mahyeldi Ansharullah, SP (Foto: Tim Haluan)

PADANG, HALUAN.CO - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP, disebut-sebut sebagai salah satu kandidat calon gubernur Sumatra Barat terkuat saat ini. Modalnya sebagai orang nomor satu di Kota Padang yang bertabur prestasi dalam bidang infrastruktur dan pendidikan menjadikan partainya, PKS, tidak ragu untuk menjadikannya penerus gubernur dua periode, Irwan Prayitno.

Di balik kesiapannya untuk menatap Pilgub 2020, Mahyeldi tampil menjadi tokoh Sumbar tidak hanya bermodalkan semangat. Mental dan sikap politik serta latar belakang keluarga dan pendidikan karakter juga menjadikan Mahyeldi terjun ke politik bukan sekadar meraih kekuasaan tetapi bagaimana agar kekuasaan yang diperolahnya bermanfaat dan mensejahterakan masyarakat.

Bertandang ke Redaksi Haluan Online, Walikota Padang: Saya Yakin Haluan Kembali Jaya

Untuk mengetahui lebih jauh tentang kisah hidup, latar belakang keluarga, pendidikan, sikap hidup serta kesiapannya menyongsong Pilgub 2020, Tim Redaksi Haluan Media Group mewawancarai Mahyeldi saat berkunjung ke Kantor HMG di Lantai 4 Hotel Basko Kota Padang, Sumatra Barat, baru-baru ini.

Apa motivasi Anda terjun ke dunia politik?

Sebetulnya ketika SMA saya seorang aktivis di SMA 1 Bukittinggi. Saya tamat tahun 1986. Waktu SMA kita aktif membina adik-adik kelas dan kemudian bahkan kita waktu itu membuat buletin di SMA 1 Bukittinggi dan buletin itu kita distribusikan ke seluruh siswa, free.

Kita cari dana sendiri kemudian ketika saya kuliah di Padang tahun 1986 di Fakultas Pertanian dan tetap aktif di lapangan tetap menjadi keseharian kita termasuk aktif di kampung untuk pembinaan generasi muda baik yang bersifat ilmiah maupun yang mengarah pada spiritualisme. Apalagi waktu itu gairah pemuda cukup tinggi dan kita sebagai mahasiswa, kita mencoba mewadahi.

Bahkan ketika kuliah kita sempat membuat media dan itu kita distribusikan juga ke mahasiswa, waktu itu kita ngumpul di Masjid Al Azhar, saya juga membuat kegiatan untuk adik-adik kelas kita membuat for study namanya. Jadi ketika aktif dengan mahasiswa, masyarakat dan waktu mahasiswa saya juga seorang yang banyak berinteraksi dengan banyak mahasiswa. Saya juga mengajar fisika dan matematika.

Makanya kepada para pemuda kita pesankan ketika punya waktu ayo isi waktu yang bermanfaat jangan sampai waktu luang terbuang percuma. Ini sekaligus mencari pengalaman melatih diri kita. -Mahyeldi

Juga menjadi guru ngaji di masjid. Jadi namanya kita muda banyak waktu, ke lapangan, kuliah dan kemudian ke masyarakat. Makanya kepada para pemuda kita pesankan ketika punya waktu ayo isi waktu yang bermanfaat jangan sampai waktu luang terbuang percuma. Ini sekaligus mencari pengalaman melatih diri kita.

View this post on Instagram

Mengejar Generasi Yang Penuh Berkah. Pembinaan pemuda guna mewujudkan pelanjut kepemimpinan bangsa yang berkualitas. Hal itu sesuai dengan tuntunan agama supaya tidak meninggalkan generasi yang lemah. Generasi muda hari ini adalah pemimpin di masa datang. Takutlah kamu meninggalkan generasi yang lemah, dan Indonesia merupakan negara besar dan memiliki kekayaan berlimpah yang mesti dijaga, dipelihara dan dimanfaatkan kekayaannya dengan sebaik-baiknya. Jika generasi bangsa lemah, niscaya tidak akan disegani justru akan dilecehkan. Dengan demikian, kita akan mampu berdiri tegak sejajar dengan negara-negara lain di dunia. Kita tidak dilecehkan karena kita kuat. Generasi yang kuat, selalu aktif dalam mengajak pada kebaikan dan mencegah perbuatan yang negatif dan merusak, atau dalam bahasa agama “amar makruf nahi munkar”. Itu tercermin dari kecerdasan paripurna yang dimiliki yaitu kecerdasan intelektual, spritual dan emosional. Kita juga ingin menghadirkan generasi kuat yang memiliki tiga kecerdaaan intelektual, spritual dan emosional. Juga memahami agama sekaligus memahami budaya sesuai falsafah Minangkabau ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ atau dikenal dengan ABS-SBK. Oleh karena itu, peran pendidikan yang utama harus berasal dari keluarga. Jadikanlah generasi kita kedepannya adalah generasi-generasi yang mencintai Al-Qur'an, menghafalnya dan paham dengan segala maknanya. Agar negara kita menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Yuk ber fastabiqul khairat.

A post shared by Mahyeldi Ansharullah (@mahyeldisp) on

Kapan mulai bersentuhan dengan dunia politik?

Pada tahun 1980 sampai 1990-an para aktivis ini mulai terjun ke dunia politik sehingga waktu itu saya menjadi Wakil Ketua Partai Keadilan (PK) tahun 1999 sampai sekarang. Makanya saya ada di DPRD provinsi 2004-2009 dan kemudian di eksekutif pada 2009 sampai sekarang. Aktivitas semasa kuliah ini sangat bermanfaat baik dalam partai maupun dalam pemerintahan.

Bisa diceritakan kisah masa kecil Anda termasuk masa sulit ketika menempuh pendidikan?

Memang saya ini tujuh bersaudara. Saya tertua dan adik saya di antaranya 5 orang perempuan. Ayah seorang buruh angkut, pernah jadi tukang becak dan ibu yang memiliki keterbatasan dengan cacat fisiknya menjadi ibu rumah tangga dengan berusaha mencari tambahan untuk biaya hidup.

Ketika saya SD saya juga merasakan kehidupan orangtua. Ayah merantau ke Dumai dan di sana saya merasakan pagi sebelum subuh keluar membantu pedagang ikan. Setengah delapan pulang dan pergi ke sekolah sampai siang. Pulang sekolah kemudian bantu orang tua jualan.

Ketika di Dumai saya merasakan, jualan dan membantu orang karena orangtua saya sambil jadi tukang becak kemudian ibu saya menjahit. Ketika kembali ke Bukittinggi saya tetap melakukan kegiatan sepulang sekolah berjualan, beternak dan jadi pengembala sampai SMA.

Jadi seperti itulah kehidupan di kampung. Syukurnya orang tua saya sangat peduli pada pendidikan walaupun kami dalam kondisi ekonomi seperti itu tapi perhatian beliau terhadap pendidikan sangat tinggi walaupun ketika saya kuliah di Padang orang tua sempat melarang. Dalam bayangan orangtua kuliah itu biayanya tinggi.

Pada saat itulah saya jawab pada orangtua saya panggil amak, "Mak-apak ngak usah khawatir kita kan punya Allah dan mudah-mudahan Allah memberi kemudahan pada kita. Alhamdulillah sampai saya tamat di Fakultas Pertanian.

Sebagai anak tertua saya pun tidak mau adik-adik saya tidak sekolah. Sebagai kakak tertua saya terus mendorong adik-adik saya untuk sekolah dan alhamdulillah kami tujuh orang hanya satu adik yang tidak mengecap perguruan tinggi yang lannya ada yang Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unad), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Negeri Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Ketika saya kuliah orang tua saya boleh dikatakan tidak memberikan biaya. Paling hanya sekali dua kali saja. Selebihnya mencari sendiri dengan berjualan koran dan sempat menjadi agen majalah. Nah untuk tinggal cukup di musala sambil mengajar ngaji karena tidak bayar bahkan banyak masyarakat yang bantu untuk biaya keseharian.

Datuk Marajo H. Mahyeldi Ansharullah, SP lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 25 Desember 1966. Saat ini politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjabat sebagai Walikota Padang. Mahyeldi menjabat sebagai Wali Kota Padang pada 13 Mei 2014 setelah memenangkan pemilihan umum pada 2013. Pada pemilihan berikutnya, ia kembali terpilih sebagai Wali Kota Padang untuk 2019–2024 sejak 13 Mei 2019.

Selama menjabat Walikota dan sekarang hingga dua periode, apa yang sulit diperbaiki atau diberantas?

Saya kira nggak ada yang susah. Cuma masalah waktu saja. Kenapa saya katakan begitu karena ketika saya mulai menjabat dulu mau memagar saja sudah heboh. Karena pengalaman saya selama lima tahun itu saya mencoba membangun komunikasi. Kenyataannya dulu untuk memagar saja susah sekarang kita memulainya dengan kerja sama.

Demikian juga Pantai Padang dan juga beberapa tempat yang dulu nggak rapih kita rapihkan. Mati lampu saya kira sudah sangat berkurang. Ketika kita membangun malah kita dikasih tanah oleh masyarakat. Penyakit masyarakat dapat kita zero-kan.

Dulu di Taman Melati kita berhadapan dengan orang yang pakai senjata. Dulu ada yang menodong senjata pada petugas kita. Alhamdulillah bisa kita rapikan. Dan dulu ada prostitusi di mobil alhamdulillah bisa kita kurangi.

Boleh dikatakan setiap malam kita lakukan operasi-operasi bahkan ketika maaf tahun 2017 kita mulai melakukan pembinaan pada anak jalanan kerjasama sama TNI/Polri, kementerian agama, dan di situ kita libatkan orangtua. Kita bina bagi yang mau sekolah kita sekolahkan. Kenapa mereka menjadi anak jalanan. Kita cari solusinya. Mungkin ada faktor kemiskinan keluarga, kita buat program keluarga.

Saya kira kepada masyarakat kalau ada keluhan sampaikan kepada kami. Dalam waktu singkat isnyallaah kita selesaikan. Cuma masalahnya kan petugas kita terbatas makanya kita kerjasama.

Apa misi Anda yang belum terwujud?

Dari visi dan misi kita tahun 2014-2019, presentasenya bisa dikatakan 94 persen yang terwujud. Masih ada terminal yang belum terwujud dan insyaallah tahun ini sudah mulai karena harus ada perpindahan kewenangan. Sebanyak Rp40 miliar dananya dari APBN insyaallah mulai 2021.

Pemerintah pusat juga memberikan kewenangan untuk membangun kantor dinas perhubungan di sana. Kita sudah siapkan tanah lebih dari lima hektare. Tanah itu bekas rumah potong hewan Lubuk Buaya. Kita akan masukan rel kereta di samping terminal terintegrasi.

Mengenai santunan kematian sampai saat ini tetap berjalan sambil terus dievalusi. Data terus dimutakhirkan. Begitu juga perbaikan drainase, betonisasi, pembenahan trotoar tetap kita lanjutkan untuk periode kedua ini. Kemudian akses masyarakat ke rumah ibadah, pertanian, sekolah, kemudian puskemas. Dan kita harapakan fasiltas publik mudah diakses.

Pada 24-25 Desember 2019 lalu itu data curah hujan tertinggi di Kota Padang dan alhmdulillah kawasan dulu banjir itu bisa kita tangani walauun ada sedikit tergenang misalnya daerah Rawang. Ya, Rawang itu tahun 2019 kemarin sampai Rp20 miliar dana untuk kelurahan Rawang yang sumbernya dari APBD dan APBN.


Kota Padang mendapatkan sejumlah penghargaan di antaranya sebagai kota bersih. Bisa diceritakan kiat keberhasilan yang dipraktikkan pemerintah kota?

Saya sampaikan banyak keberhasilan program-program itu karena dukungan dan keterlibatan masyarakat. Makanya saya mengatakan warga Kota Padang ini baik-baik saya yakin masyarakat di Suamtera Barat juga begitu dan seperti fakta saya sampaikan.

Misalnya ketika saya bangun Lapo Panjang Cimpago awalnya dari pengusaha sampai sekarang ada berapa masjid dibangun itu semua dari pengusaha bukan APBD. Jadi masyarakat care dengan pembangunan kemudian membantu aset-aset mereka untuk dibangun. Penguasaha juga membantu.

Akhir tahun ini banyak isu beredar kemaksiatan merajalela di Kota Padang, bagaimana tanggapan Anda?

Mahyeldi dan Hendri Sapta saat dilantik menjadi walikota dan wakil walikota Padang pada 13 Mei 2019

Seperti saya katakan tadi kita sudah melakukan sejumlah program untuk menekana ini semua. Di Pantai Padang misalnya secara signifikan sudah berubah total. Dan kalau toh masih ada perilaku yang mengarah ke maskiat saya yakin masih ada makanya kita tetap bersinergi dengan semua pihak untuk meminimalisir. Memang untuk menyikapi perilaku maksiat itu ngak mungkin hanya pemerintah kita harus bekerjasama dengan TNI/ Polri, DPRD dan DPR RI.

Apalagi sekarang ini ada prostitusi online itu kan yang bisa menangkap kan ada lembaganya. Makanya itu sudah mengarah pada perdagangan manusia, dan ada lagi yang bertanggung jawab untuk itu. Mungkin nanti kita buat Perda untuk meminimalisir itu. Misalnya ketika seseorang mau menginap pada suatu hotel maka resepsionisnya harus memastika dulu kalau ada bawa lain jenis harus dipastikan apakah suami istri atau bukan.

Di media sosial Anda didorong untuk maju menjadi Gubernur Sumbar. Siap melanjutkan estapet dari Pak Irwan Prayitno?

Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Kota Padang dan Sumbar atas apresiasinya. Dorongan itu saya rasakan ketika ceramah di masjid-masjid dan kampus-kampus. Begitu juga ketika saya bertemu dengan perantau-perantau di Jakarta, mereka juga memberikan apresiasi.

Keberhasilan itu bukan karena saya pribadi tetapi juga keterlibatan teman-teman di Pemkot Padang yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya. Mereka juga banyak yang bergelar doktor dan telah membuat Kota Padang berubah dan berbenah.

Juga keterlibatan para pengusaha, dermawan dan masyarakat sehingga Kota Padang bisa membangun. Saya sudah punya bukti ketika saya menjabat ada pengusaha yang membangun Lapo Panjang sampai mengeluarkan dana Rp500 juta itu adalah Kunangan Jantan. Dia bangun semuanya sampai selesai sampai saya terima. Kemudian muncul pengusaha lain sampai selesai 11 blok. Alhamdulillah pedagang sampai bisa pindah. Dan ini juga berkat doa kita semua.

Jadi, Anda siap maju di Pilgub 2020?

Memang masyarakat merespons, perantau merespons. Bagi saya, selaku yang mendirikan Partai Keadilan di Kota Padang, kalau memang partai melihat potensi ada sama saya yaitu bisa ditetapkan untuk memberi kontribusi lebih besar dan memberi manfaat kepada banyak orang sebagai kader kalau itu keputusan akan saya lakukan. Kalau saya diputuskan tetap di Kota Padang ya akan saya lakukan.

Saya sudah membangun komunikasi dengan masyarakat dan partai. Sudah mendapat respons. Cuma kan kita tidak bisa sendiri. Kita harus bergabung dengan partai lan. karena itu kita harus membangun komunikasi alhamdulilah itu direspons baik oleh partai di Sumbar. Kalau seandainya partai koalisi sepakat, kemudian KPU memutuskan untuk saya menjadi calon, maka untuk itu nggak ada jalan lain bagi saya selaku kader. Bagi saya yang dilihat masyarakat. Kita diajarkan mendahulukan kepentingan orang banyak.

Kalau memang diperintahkan kita harus lakukan dengan memberikan yang terbaik. -Mahyeldi

Dan yang terpenting kalau memang menurut Allah Swt itu baik buat saya, buat keluarga saya, buat masyarakat Sumbar ini mudah-mudahan Allah berikan kemudahan bagi kita semua. Itulah doa saya.

Ya Allah kalau memang menjadi gubernur itu baik untuk diri saya, baik untuk keluarga saya, baik itu masyarakat Sumatera Barat, dan masyarakat Kota Padang tentunya saya meminta kepada Allah Swt tolong dimudahkan. Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita.