Malaysia Pulangkan 5.985 WNI Melalui Karimun
Bupati Karimun Aunur Rafiq saat memimpin rapat dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Corona. (Foto: HMG)

KARIMUN, HALUAN.CO - Malaysia telah memulangkan 5.985 Warga Negara Indonesia (WNI) melalui Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Proses pemulangan WNI itu dilakukan sejak negara tetangga itu mengambil kebijakan lockdown, tanggal 18 Maret 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hingga Minggu, 23 Maret 2020 sore, WNI atau TKI yang masuk melalui Pelabuhan Tanjungbalai Karimun sebanyak 5.985 orang.

Informasi tersebut disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menggelar rapat dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Corona di Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Senin (23/3/2020).

Aunur Rafiq menyebutkan, banyaknya WNI dari Malaysia ke Karimun karena sejumlah pelabuhan di Riau ditutup. Seperti Pelabuhan Bengkalis, Dumai dan Pelabuhan Selatpanjang.

Diungkapkan Rafiq, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20 persen yang meninggalkan Karimun atau sekitar 2000 orang.

Sisanya sekitar 4.500 orang lagi masih berada di Karimun. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan atau pulau di Karimun.

“Kita mengerti masyarakat Karimun pasti risau juga dengan banyak masuknya para TKI kita yang pulang dari Malaysia,” ujar Aunur Rafiq dikutip Haluankepri.com (Haluan Media Group).

Malaysia Telah Pemulangkan 1.528 WNI Lewat Karimun

Untuk menyikapi persoalan itu, Bupati Rafiq meminta Kepada KSOP Karimun untuk membatasi kapal asal Malaysia masuk ke Karimun hingga pukul 12.00 WIB.

“Semua pelabuhan di Riau sudah tutup, cuma Karimun saja yang masih buka.Saya minta pada Pak Barlet (Kepala KSOP) tolong masuknya kapal hanya sampai jam 12 siang,” tuturnya.

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Capt Barlet menyanggupi permintaan Bupati Karimun.