Malaysia Telah Memulangkan 1.528 WNI Lewat Karimun
WNI yang pulang dari Malaysia saat turun di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun. (Foto: Ilham/HMG)

KARIMUN, HALUAN.CO - Malaysia telah memulangkan 1.528 Warga Negara Indonesia (WNI) yang lewat Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) selama dua hari terakhir ini.

Pemulangan itu terkait kebijakan pemerintah Malaysia mengunci negaranya dalam upaya mencegah penularan virus corona atau Covid-19.

Pemulangan WNI tersebut lewat pelabuhan Kukup dan Putri Harbour, Johor, Malaysia ke Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Proses pemulangan itu mulai dilakukan sejak Selasa hingga Sabtu 21 Maret 2020.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, WNI yang pulang lewat Karimun sudah mencapai 1.528 orang.

Kepala Bidang Lalulintas KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Marganda ketika dikonfirmasi, Haluankepri.com (Haluan Media Group) Sabtu (21/3/2020) malam menyebutkan, WNI yang dipulangkan ke Indonesia lewat pelabuhan Tanjungbalai Karimun, hari Jumat (20/3/2020) tercatat 355 orang.

Kemudian pada Sabtu, 21 Maret 2020, WNI yang dipulangkan melalui Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun sebanyak 1.173 orang. Mereka diberangkat dari beberapa pelabuhan di Malaysia.

"Pemulangan WNI dari Malaysia via Karimun ini akan masih terus berlangsung hingga 31 Maret mendatang, atau selama kebijakan Malaysia melakukan penguncian," kata Marganda.

Dalam proses pemulangan WNI itu, pihak pelabuhan berusaha mencegah terjadi penumpukan orang.

“Begitu turun dari kapal yang mengangkut mereka dari Malaysia, mereka langsung naik ke kapal sesuai tujuannya masing-masing, seperti Selatpanjang, Tanjungbatu dan kapal tujuan daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Cek Suhu Tubuh

Sebelum berlabuh di pelabuhan Tanjungbalai, WNI yang datang dari Malaysia itu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu di dalam kapal menggunakan alat thermal scanner untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat.

Begitu tiba di pelabuhan, mereka diperiksa kembali menggunakan thermal scanner dan alert card atau kartu kuning kesehatan.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Karimun dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun.

Berdasarkan Informasi, dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah orang penumpang yang masuk ke daftar orang dalam pemantauan (ODP), karena memiliki keluhan sakit diantaranya ada yang suhu badan di atas 38 derajat celsius, pilek atau batuk.

Penumpang AirAsia Suspect Corona dari Malaysia Meninggal di RSUP M. Djamil Padang

Dinkes dan Puskesmas di seluruh Kabupaten Karimun terus bergerak untuk memeriksa para penumpang WNI dari Malaysia di alamat rumah masing-masing penumpang.

Jika ada temuan gejala Covid-19 atau kondisi fisik kurang sehat, akan dilakukan pemeriksaan dan update data daftar ODP di Kabupaten Karimun.

Para penumpang diwajibkan untuk membawa alerd card atau kartu kuning selama proses pengawasan. Dan saat ini penumpang yang masuk dalam ODP tengah menjalani karantina rumah.

Warga Karimun Khawatir

Kendati pemeriksaan kesehatan TKI dilakukan dengan ketat, namun tetap saja membuat warga Karimun merasa khawatir.

“Terus terang, kami merasa khawatir, TKI yang dipulangkan lewat Karimun itu bisa saja suspect corona. Sebab, dengan pemulangan sebanyak itu, akan sulit mendeteksi apakah mereka sudah suspect corona atau bukan,” ujar Panji, warga Karimun, Sabtu (21/3/2020) malam.

Panji meminta Pemerintah Kabupaten Karimun bergerak cepat memantau TKI yang dipulangkan lewat Karimun tersebut.

Sebab, menurut informasi yang diperolehnya ada sebagian TKI itu yang merupakan warga tinggal di Pulau Karimun dan juga Tanjungbatu. Paling tidak, ada keluarga mereka yang tinggal di Karimun.

“Informasinya, begitu sampai di Karimun mereka ada yang mendatangi rumah keluarga mereka di Balai (Karimun). Kita tidak tahu apakah kondisinya sehat atau sudah suspect corona. Ini yang mesti dikejar oleh pihak terkait di Karimun. Petugas harus mencari keberadaan WNI itu di Karimun,” jelasnya.