Manajemen PSS Sleman Buka Suara Soal Simpang Siur Pemecatan Seto
CEO baru PSS Sleman, Fatih Chabanto. (Foto: Instagram/@fatih.chabanto)

JAKARTA, HALUAN.CO - Publik Sleman dikejutkan dengan pemecatan Seto Nurdiantoro sebagai arsitek PSS Sleman. Posisinya digantikan oleh Eduardo Perez.

Keputusan manajemen tersebut lantas mendapatkan protes keras dari kalangan suporter PSS. Bahkan, sampai berujung pada aksi penyegelan kantor PT PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Setelah sempat bungkam, manajemen PT PSS akhirnya angkat bicara terkait polemik tersebut. Mereka mengklaim telah berusaha menghubungi Seto sebelum keputusan itu diambil.

"Perkenalan pelatih PSS yang baru tak lain sebagai langkah untuk bersiap diri menyongsong Liga 1 2020. Tim tidak bisa menanti terus, dan bisa makin tertinggal dalam persiapan menghadapi kick off yang diperkirakan dimulai pada awal Maret 2020," kata CEO PT PSS, Fatih Chabantoro, dilansir dari Detik.com, Selasa (21/1/2020).

Menurut Fatih, guna menghormati Seto, PT PSS tidak melakukan pembicaraan dengan pelatih lain. Mereka menunggu kepastian dari Seto. Hal ini mengingat Seto-lah yang paling berjasa membawa PSS berhasil promosi dan bertahan di Liga 1.

"PT PSS terus berkomunikasi dengan Seto untuk mencapai kata sepakat. Kurang lebih sudah 5-6 kali pertemuan," lanjut Fatih.

Saat negosiasi tersebut, kata Fatih, Seto mengajukan beberapa permintaan kepada manajemen. Sesuai prosedur, permintaan Seto itu dibawa ke rapat Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang dilakukan pada 13-14 Januari 2020 lalu.

Liverpool Bisa Jadi Juara Liga Inggris Tercepat, Hanya Butuh 10 Kemenangan Lagi

"Sesudah rapat itu, kembali terjadi pertemuan (dengan Seto). Tetapi kesepakatan belum terjadi. Kami pun lalu mengutus Teguh Wahono (Vice CEO) untuk menemui Seto di kediamannya, guna mewakili PT PSS mengucapkan terimakasih atas segala bantuannya. Namun saat itu tidak berhasil menemuinya," demikian Fatih.

Seto sendiri tak menampik jika manajemen PSS telah berupaya menemui dirinya sebelum dilakukan pengumuman pelatih baru.

"Memang ada yang mau datang, waktu itu Pak Teguh. Cuma saya banyak acara. Jadi tidak ketemu dan nggak ngomong ketemunya itu terkait masalah apa," katanya.

Usai diberhentikan, Seto mengaku tak pernah dihubungi lagi oleh manajemen. "Nggak ada lagi komunikasi setelah pengumuman itu," demikian Seto.

Penulis: Rizal