Masyarakat Jambi Tak Bisa 'Aplikasikan' Anjuran Pemerintah, karena Terdesak Kebutuhan Ekonomi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi Abdullah Thaif (Foto: Budi Harto)

-

AA

+

Masyarakat Jambi Tak Bisa 'Aplikasikan' Anjuran Pemerintah, karena Terdesak Kebutuhan Ekonomi

Regional | Jakarta

Minggu, 26 April 2020 20:30 WIB


JAMBI, HALUAN.CO - Sejak dua hari terakhir jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi Jambi terjadi lonjakan, secara komulatif saat ini terdapat sebanyak 32 orang.

Satu diantaranya dinyatakan sembuh yang merupakan pasien 01 asal Kabupaten Tebo, Jambi yang sebelumnya dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Mengapa ini penting: Dengan demikian saat ini ada 31 orang pasien COVID-19 yang tengah dirawat secara intensif diberbagai rumah sakit milik rujukan pemerintah Kabupaten/Kota di Jambi.

Konteks: Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah di Jambi. Misalnya di Kota Jambi, pemerintah memberlakukan jam malam hingga kebijakan lainnya.

Apa yang terjadi: Sepertinya upaya pemerintah pusat dan pemerintah sia-sia saja, buktinya dua hari terakhir di Kota Jambi menambah daftar panjang jumlah pasien COVID-19 di Provinsi Jambi.

⦁ Per 26 April 2020 ada ada tambahan 11 kasus, sehingga total kasus positif di Jambi ada 32 kasus.

⦁ Sehari sebelumnya, tercatat ada 21 pasien positif COVID-19 di Provinsi Jambi, sebanyak 9 orang berasal dari Kota Jambi, kemudian disusul Kabupaten Tanjabbar sebanyak 4 orang, Merangin 3 orang dan Kabupaten Bungo 2 orang. Kemudian Kabupaten Tebo, Kerinci dan Kota Sungai Penuh masing-masing terdapat satu pasien COVID-19. Sedangkan Kabupaten Tanjabtim, Muarojambi, Batanghari dan Sarolangun masih nihil COVID-19.

Apa katanya: Menanggapi banyaknya pasien COVID-19 di Kota Jambi saat ini, Anggota Komisi IV DPRD Kota Jambi Abdullah Thaif, menegaskan masyarakat harus mengikuti anjuran pemerintah seperti social distancing dan berdiam diri dirumah.

Tetapi, tidak semua masyarakat saat ini harus bisa berdiam diri dirumah karena alasan faktor ekonomi.

"Langkah pemerintah sudah tepat, tapi masyarakat tidak bisa mengaplikasikanya, karena mereka butuh konsumsi," ujarnya saat di konfirmasi, Minggu (26/4/2020).

Dipercaya Bisa Obati Penderita COVID-19, Gubernur Jambi Instruksikan Teliti Kasiat Daun Sungkai

Pembagian sembako: Sebelumnya, Walikota Jambi Syarif Fasha menyalurkan pembagian sembako sebanyak 15 ribu paket bagi masyarakat miskin dan rentan miskin terhadap pandemi COVID-19 menuai protes dari masyarkat.

⦁ Jumlah total yang dibagikan tidak sebanding dengan jumlah masyarakat Kota Jambi, pembagian tersebut masih tumpang tindih dengan bantuan pemerintah lainnya, seperti BLT dan PKH.

⦁ Masyarakat menilai pembagian sembako tersebut 'asal RT senang'. Karena dinilai tidak mengikuti instruksi pembangian dari Walikota Jambi.

Walikota Jambi menegaskan bantuan sembako dalam rangka pengaman jaringan sosial diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak sedang menerima bantuan pemerintah lainnya.

Penulis: Budi Harto


0 Komentar