Masyarakat yang Rayakan Natal dan Tahun Baru akan Dapat Tambahan Libur Cuti Bersama Lebaran
Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah secara resmi menggeser libur cuti bersama hari Lebaran tahun 2020 bakal digeser ke akhir Desember. Padahal, ada libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021. Namun, pemerintah menjamin tak akan ada masalah akibat pergeseran cuti bersama Lebaran itu.

Mengapa hal ini penting: Keputusan untuk merevisi jadwal cuti bersama dan menggeser pada akhir tahun sebagai upaya penanggulangan penyebaran COVID-19, pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Keputusan ini diambil lewat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Kamis (9/4/2020).

Konteks:

  • Pemerintah memandang perlu melakukan perubahan cuti bersama tahun 2020, karena berkaitan dengan pandemi COVID-19.
  • Libur Natal dan tahun baru nantinya berdekatan dengan cuti bersama Lebaran.
  • Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020.
  • Masyarakat diminta tidak melakukan mudik dan piknik dalam waktu dekat ini. dan dihimbauterus menerapkan protokol kesehatan untuk melawan COVID-19.

Apa katanya:

  • Pemerintah yakin pergeseran cuti bersama ke akhir tahun itu, tidak akan ada macet parah dan masalah penanganan arus mudik akhir tahun tidak akan terjadi.
  • Perubahan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama ini, kata Muhadjir, dituangkan dalam Revisi SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020.
  • Masyarakat taat terhadap ketentuan sebagaimana diatur dalam PSBB dengan menerapkan protokol kesehatan, serta tidak mudik dan piknik saat Lebaran.
  • Pergeseran cuti bersama di akhir tahun dilakukan dengan pertimbangan COVID 19 yang terus meningkat, selain itu akhir tahun anak-anak libur sekolah dan keluarga juga punya waktu cukup untuk merencanakan liburannya.

"Insyaallah tidak Tak akan ada masalah besar di berbagai sektor. Rentang waktunya cukup panjang, mulai tanggal 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021," kata Muhadjir menepis kekhawatiran, saat menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (9/4/2020).

Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Kebutuhan Pokok saat PSBB

RTM revisi SKB 3 menteri: Menko PMK Muhadjir Effendy memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) terkait Revisi SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020.

  • RTM dilakukan melalui video conference dan diikuti oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menag Fachrul Razi, Menparekraf Wisnutama, Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori, Kapolri Idham Aziz, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait lainnya.
  • Revisi yang dilakukan terhadap SKB 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 728 Tahun 2019, Nomor 213 Tahun 2019, dan Nomor 01 Tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.

"Kebijakan ini menindaklanjuti arahan Presiden dalam Ratas Antisipasi Mudik Lebaran pada tanggal 2 April 2020 terkait Himbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020," ujar Menko PMK.

Perubahan cuti bersama:

  • Libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020.
  • Tambahan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28 Oktober 2020.
  • Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020.

Bagaimana selanjutnya: Meminta masyarakat tidak melakukan mudik dan piknik dalam waktu dekat ini, mengingat penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia terus meningkat dan terus menjadi masalah, sehingga libur pun harus digeser.

"Masyarakat harus taat terhadap ketentuan sebagaimana diatur dalam PSBB. Mari kita terapkan protokol kesehatan untuk melawan COVID-19," pungkas Muhadjir Effendi.


0 Komentar