Materi Khilafah Dihapus, Ustaz Tengku: Ini Namanya Memperkosa Sejarah!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Ustaz Tengku Zulkarnain. (Foto: Abadikini)

JAKARTA, HALUAN.CO - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain memprotes keras penghapusan materi khilafah dan perang atau Jihad dari kurikulum pendidikan madrasah yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag)

Menurut Ustaz Tengku, selama ini mata pelajaran agama Islam menceritakan tentang zaman keemasan sejarah Islam, bukan mempelajari ISIS.

"Semua buku pelajaran Agama Islam di Indonesia selama ini menceritakan Khilafah adalah tentang zaman KHULAFAURRASYIDIN, tentang kebesaran sejarah Islam masa keemasan… Bukan bicara Khilafah Model ISIS… Jangan belokkan isunya menjadi ISIS…! Siapa dan Ormas Islam mana yang mau ISIS?" tegas Ustaz Tengku lewat akun twitter-nya @ustadtengkuzul, Senin (9/12/2019).

Ustaz Tengku menjelaskan, seluruh negara di dunia mengajarkan perang dan pertahanan pada generasi muda mereka. Beberapa negara bahkan para pemudanya dilatih wajib militer. "Apa mereka gila? Tidak cinta damai? Jangan karena takut jumpa jin malah terpeluk hantu. Rasional saja lah. Yang penting tanamkan cinta NKRI," tuturnya.

Ia menegaskan, jika kebesaran sejarah Islam, baik dari massa Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, materi pelajarannya dihapus, sama saja dengan "memperkosa sejarah".

“Jika riwayat Perang zaman Rasulullah seperti Perang Badar, Uhud, Khandaq, Ahzab, Thoif, Tabuk, Khaibar, dan lain-lain dihapuskan dari buku pelajaran agama Islam di kalangan pelajar, apakah itu bukan termasuk memperkosa sejarah…? Apakah siswa mesti ditipu hanya karena takut radikalisme…?” ujarnya.

Sebelumnya, beredar surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi u.p. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam Seluruh Indonesia tentang Penghapusan konten khilafah dan jihad dari materi pendidikan dan soal ujian.

Dalam surat Nomor B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019 tertanggal 04 Desember 2019 tersebut disebutkan tujuannya:

Penghilangan materi khilafah dan jihad sesuai ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162, dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.

Kemenag ingin materi ujian di madrasah lebih mengedepankan kedamaian, keutuhan, dan toleransi.


0 Komentar