Mendagri Perjuangkan RUU Bali Masuk Prioritas Prolegnas 2020
Gubernur Bali Wayan Koster yang menyerahkan RUU Provinsi Bali kepada Mendagri Tito Karnavian. (Foto:BP)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendukung dan akan memperjuangkan RUU Provinsi Bali masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2020. Dukungan Tito itu disampaikan ketika menerima Gubernur Bali Wayan Koster yang menyerahkan RUU Provinsi Bali, di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (5/12/2019).

Kedatangan Gubernur Bali ke Kemendagri juga didampingi bupati/wakil bupati se-Bali, Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama; ketua DPRD kota/kabupaten se-Bali, PHDI Bali, Majelis Agung Desa Pakraman dan lembaga lintas agama. Selain itu, hadir pula sejumlah anggota DPR RI dapil Bali dan anggota DPD Bali asal Bali.

“Saya mendukung. Terima kasih banyak atas kehadirannya, belum pernah saya menerima delegasi sebanyak ini, ini sangat luar biasa. Kekompakan para tokoh ini menunjukkan keseriusan. Mohon juga kepada rekan-rekan di Baleg, agar ikut memperjuangkan, kami akan segera kirim surat resmi, segera kita bekerja,” tegas mantan Kapolri itu.

Kemudian mantan Kapolri itu langsung memerintahkan Sekjen Mendagri, Dr. Hadi Prabowo, untuk secepatnya memperjuangkan agar RUU Bali tersebut masuk dan menjadi prioritas dalam Prolegnas 2020.

Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan Rancangan UU Provinsi Bali ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Draft tersebut dikawal langsung oleh DPR RI Perwakilan Bali, DPD RI Bali, DPRD Bali, bupati dan walikota se-Bali, para rektor di Bali, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama.

Dengan berbagai harapan kemajuan pariwisata Bali yang penuh dengan kearifan lokal dan kekhasan karakteristiknya, dimohonkan agar Mendagri turut mendorong RUU Provinsi Bali itu untuk masuk ke Prolegnas. Dan draft yang berisi 12 bab dan 39 pasal itu diterima langsung Menteri Dalam Negeri, Prof. Tito Karnavian.

Gubernur Koster memberikan secara singkat pada garis besar draft undang-undang tersebut. Draft itu diserahkan di Ruang Sidang Utama Kementerian Dalam Negeri Gedung A lantai III Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat.

“Ini keseriusan yang sangat luar biasa. Dan tidak hanya itu, ini sudah siap dengan barangnya,” tandas Tito Karnavian dalam paparannya saat menerima rombongan “pejuang” RUU Bali di bawah “kapten” Wayan Koster.

Yang penting, sambung mantan Kapolri itu, koridor utama dalam draff RUU Provinsi Bali itu adalah NKRI. “Saya yakin ini bisa menambah devisa. Mendatangkan sumber devisa Indonesia,” tandas Tito Karnavian.