Menelusuri Sosok Rodiah, Warga Kampung Makassar yang Teriak Anies Gubernur Rasa Presiden
Rodiah, warga RW 07, Kelurahan Kampung Makassar, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur. (FOTO: Haluan.co)

JAKARTA, HALUAN.CO - Hujan masih belum reda saat reporter Haluan.co menyalakan mesin kendaraan sepeda motornya. Dengan mengandalkan jas hujan, motor pun dengan mantap digas meski hujan semakin deras. 

Satu nama yang ada di pikirannya adalah, mencari sosok yang bernama Rodiah, warga RW 07, Kelurahan Kampung Makassar, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.

Nama Rodiah menjadi sosok yang diperbincangkan oleh warganet di media sosial, terutama Twitter, usai dirinya datang di saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kerja bakti di wilayah tersebut.

Rodiah datang di lokasi itu saat Anies melakukan kerja bakti. Begitu bertemu Anies, ia pun langsung melakukan siaran langsung melalui media sosial Facebook miliknya.

"Ini nih gubernur gue, goodbener. Gubernur rasa presiden," kata Rodiah.

Pernyataan Rodiah itu rupanya dikutip oleh banyak media massa, terutama media online. Bermula dari situ, media sosial pun dibikin heboh.

Adalah akun Twitter @kurawa yang mempermasalahkan munculnya nama Rodiah di sejumlah media massa. Dirinya menuduh, media massa memang diatur untuk menayangkan berita tersebut.

"Nama RODIYAH hari ini bakal trending karena diliput oleh banyak media massa online hanya karena teriak good bener rasa presiden.

Muka rodiyah sengaja gak ditampilkan takut netizen kepo spt kasus sandiaga uno ditangisi sama timsesnya sendiri.

Ini humas yg sama," tulis @kurawa.

Untuk menelusuri benar tidaknya tuduhan itu, Haluan.co pun mencari langsung sosok Rodiah.

Setelah perjalanan 30 menit di tengah hujan, reporter Haluan.co pun akhirnya bertemu dengan sosok Rodiah.

Setelah dijelaskan latar belakang masalah dan kepentingan wawancara, Rodiah langsung menyambut dengan ramah.

"Ceritanya agak panjang nih," katanya membuka percakapan kami, Senin (6/1/2020).

Sosok berusia 30-an tahun itu kemudian menceritakan kronologis dirinya hadir di acara kerja bakti bersama Anies.

"Saya tuh sebenarnya enggak paham kalo hari itu ada Pak Anies dateng ke sini," ujarnya.

Normalisasi Vs Naturalisasi: Cebong Vs Kampret

Saat itu, kata Rodiah, dirinya tidak ada persiapan sama sekali untuk bertemu Anies. Bahkan, saat itu spontan dirinya lari mengejar kerumunan karena mendengar ada Anies hadir di lokasi tersebut.

"Saya enggak sempat pakai kerudung segala. Pokoknya saya pengin ketemu Anies hari itu," kata dia.

"Saya nerobos tuh, saya jalan. Ada pak gubernur nih. Saya ngotot. Pas sampai di lapangan, saya enggak tahu masih ada Pak Anies," sambungnya.

Saat melihat masih ada Anies, Rodiah pun langsung melakukan siaran langsung di Facebook.

"Saya lihat tuh Pak Anies. Saya langsung maju. Eh bener kan bisa jabat tangan. Saya seneng banget," ujar dia.

Rodiah menegaskan, apa yang disampaikan oleh dirinya itu adalah murni dari hati yang tulus. Dia membantah bila ada yang mendorong agar dirinya menyampaikan teriakan tersebut.

"Omongan itu spontanitas. Murni dari hati saya. Enggak ada settingan. Saya ngomong begitu Pak Anies langsung senyum. Saya bilang semangat Pak," tegas dia.

"Ini enggak ada hubungan sama pilkada atau pilpres ya. Ini murni karena saya kagum sama Pak Anies. Demi Allah itu dari hati saya. Murni dari hati," tegas Rodiah.

Rodiah mengaku sedih dengan munculnya polemik soal berita Anies saat kerja bakti di wilayah tersebut yang dituduh negatif. Dirinya menduga, orang-orang itu memang tidak suka dengan Anies.

"Itu hanya orang-orang yang enggak senang sama Pak Anies. Saya bukan timses. Saya cuma pengagum Pak Anies," kata dia.

"Saya juga enggak sadar kalau banyak wartawan. Ternyata banyak di sana wartawan berkerumun," lanjut Rodiah.