Mengenal Lebih Dekat dengan Ketua HIPMI Mardani H. Maming
Ketua HIPMI Mardani H. Maming (Foto: Istagram)

JAKARTA, HALUAN.CO - Mardani H. Maming adalah salah satu anak muda yang benar-benar menghargai waktu mudanya. Di usia yang masih 38 tahun, ia sudah menjadi CEO PT Maming 69 dan PT Batulicin 69, sebuah holding company yang membawahi 35 entitas anak perusahaan. 

Tak hanya itu, sepuluh tahun lalu, di usianya yang masih 29 tahun, ia sudah menjadi Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, hingga tercatat sebagai bupati termuda di Indonesia. Ayah dua anak itupun mendapat rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai bupati termuda pertama di Indonesia.

“Jemput mimpimu di masa muda, karena itu kunci kesuksesan,” pesan Mardani melalui akun instagramnya memotivasi para pemuda.

Wasiat Nabi Muhammad SAW akan "ingat lima perkara sebelum lima perkara" juga selalu dipegang Mardani. ”Ingat mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu”.

Memulai usaha dari nol dan tak melulu menempuh jalan mulus, suami Hj. Erwinda itu dengan kerja kerasnya mampu membangun bisnis besar dengan lini usaha lintas sektor, mulai dari pertambangan, penyewaaan alat berat hingga properti.

Tak hanya di dunia usaha malah. Di bidang politik, ia berhasil meraup suara rakyat hingga terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2009. Dan, di tahun berikutnya, Mardani bersama pasangannya Difriadi sukses memenangkan Pemilihan Bupati (Pilbup) Tanah Bumbu.

Pencapaiannya saat itu pun membalikkan anggapan remeh dirinya sebagai anak kemarin sore dan di antara banyaknya perkataan ‘tak mungkin’ yang ditujukan pada dirinya. Selain itu, sebagai anak kepala desa, ia membuktikan pada setiap orang, terutama anak muda, bahwa jabatan sebagai kepala daerah maupun pengusaha bukanlah semata karena ‘warisan’ atau pengaruh orang tua.

"Setiap anak muda mempunyai kesempatan yang sama," kata Mardani.

Muda dan Berprestasi

Di bawah kepemimpinannya, Pemkab Tanah Bumbu dinobatkan sebagai daerah capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah oleh Menteri Keuangan. Mardani juga pernah dianugerahi Innovative Government Award dari Mendagri tahun 2013.

Sayang, periode kedua kepemimpinannya tak diteruskan karena niatnya yang hendak maju ke DPR RI walau niat itu pun akhirnya tak jadi diwujudkan karena alasan tertentu.

Kini, pada usia 38 tahun, penggemar off road itu terpilih sebagai Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) pada Munas XVI pertengahan September 2019 lalu, menggantikan ketum sebelumnya, Bahlil Lahadalia yang didapuk menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Jokowi.

Melalui HIPMI, Mardani ingin menggelorakan semangat entrepreneurship dengan mental nasionalis untuk membangun ekonomi rakyat yang memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan anggota mencapai 42.000 orang di seluruh Indonesia, Mardani berharap HIPMI mampu memberikan kontribusi bagi pemerataan ekonomi. Untuk bisa berkontribusi, anggota HIPMI menurut Mardani harus tangguh, berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi digital serta berdaya saing di era revolusi industri 4.0.

Kesuksesan menurut Mardani bukanlah pencapaian dalam satu malam. Selalu ada proses di dalamnya yang harus dilewati. “Tidak masalah seberapa lambat kau berjalan asalkan kau tidak berhenti,” kata Mardani mengutip Confucius.


Penulis: Melda Riani