Menjelang Peringatan Tritura, Laskar Arief Rahman Hakim Angkatan 66 Kunjungi Putri AH Nasution
Penyerahan buku "60 Hari Mengguncang Dunia" dari Sekjen Laskar ARH Angkatan 66 Deddy Baadilla kepada putri Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution. (Foto: Haluan.co/Yayat R Cipasang)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menjelang Peringatan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) 10 Januari 2019, Laskar Arief Rahman Hakim Angkatan 66 mengunjungi kediaman putri Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution, Hendriyanti (Yanti) Sahara Nurdin Nasution di Taman Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2019). 

Dalam kesempatan itu Sekjen Laskar ARH Angkatan 66 Deddy Baadilla menyerahkan buku "60 Hari Mengguncang Dunia". Buku setebal 700 halam itu berisi testimoni dan kesaksian pelaku sejarah tentang pemberontakan dan kekejaman Gerakan 30 S/PKI.

Buku diterima langsung Yanti dan rencanya sebagian buku akan menjadi koleksi Museum AH Nasution dan sebagian lagi dibagikan kepada tamu undangan dalam memperingati 101 Jenderal Besar Dr. AH Nasution.

"Buku yang sangat bagus. Ini bisa menjadi pengingat kepada generasi muda tentang sejarah masa lalu khususnya masa-masa krusial di Indonesia. Buku ini akan saya salurkan juga untuk perpustakaan Pak Nas di Mandailing," kata Yanti.

Deddy secara simbolis menyerahkan 200 buku "60 Hari Mengguncang Dunia" yang diterbitkan Laskar ARH Angkatan 66. Buku tersebut akan menjadi kado bagi tamu yang akan memperingati 101 Tahun AH Nasution di museum yang terletak di Teuku Umar 40, Menteng, Jakarta Pusat pada 20 Desember 2019.

Acara rencanaya akan dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI, KSAD, dan pengamat militer Salim Said. SBY adalah sosok yang berada di balik penyelematan rumah AH Nasution sehingga menjadi museum seperti sekarang ini.

Deddy dalam silaturahmi dengan Yanti juga menekankan bahwa memperingati Tritura masih sangat relevan. Kesenjangan ekonomi dan ketidakadilan masih dirasakan masyarakat saat ini

"Dan ini masih relevan dengan kondisi sekarang," kata Deddy. "Tritura masih harus terus diperjuangkan."

Deddy berharap semangat Tritura dan juga sejarah yang terkandung dalam "60 Hari Mengguncang Dunia" bisa ditularkan kepada generasi milenial.

"Saya berharap mereka tahu sejarah pada saat-saat negara dalam kondisi genting," ujarnya.