Menkes Setujui Penetapan PSBB Kota Makassar Langsung Diberlakukan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Menkes Setujui Penetapan PSBB Kota Makassar Langsung Diberlakukan

Nasional | Jakarta

Kamis, 16 April 2020 13:34 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyetujui penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan oleh Pemkot Makassar, Kamis (16/4/2020). Keputusan tersebut, telah diterima Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dan Pemerintah Kota Makassar pun diminta segera melakukan persiapan pelaksanan PSBB.

Mengapa ini penting: Berdasarkan data Per 15 April 2020 jumlah kasus positif di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai 242 kasus, dimana setengah dari Kota Makassar. Atas dasar itu, Menkes menyetujui pemberlakukan PSBB di Kota Makassar.pemberlakukan PSBB di Kota Makassar, yang pengusulannya dikirimkan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah pada Rabu (15/4/2020).

Konteks: Ada peningkatan jumlah kasus terkorfirmasi positif pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Makassar. Peningkatan terjadi di lima kecamatan masuk zona merah, yakni, Kecamatan Rappocini, Tamalanrea, Panakukang, Manggala dan Biringkanaya.

Kajian epidemologi: Berdasarkan informasi yang diterima, Kamis (16/4/2020), Surat Keputusan (SK) Pemberlakukan PSBB telah diteken Menkes Terawan pada 16 April 2020, dengan nomor HK.01.07./Menkes/257/2020 tentang Penetapan PSBB di Wilayah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

  • Hasil kajian epidemologi dan penyebaran COVID-19 sudah bertansmisi lokal, ada peningkatan jumlah kasus di wilayah Kota Makassar dengan sebaran di lima kecamatan yang masuk zona merah.
  • Penularan sudah terjadi antarwarga sehingga perkembangan jumlah pasien terus bertambah.

"Hasil kajian epidemiologi yang kami lakukan, Makassar sudah memenuhi kriteria untuk diberlakukan PSBB. Usulan pemberlakuan PSBB, juga dari masukan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar," kata Pejabat Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb seperti dilansir Antara, Kamis (16/4/2020).

Indonesia Saat Ini Masuk Fase Akselerasi, Menuju Puncak Penyebaran COVID-19

Dasar pelaksanaan PSBB:

  • Peningkatan jumlah kasus PDP dan konfirmasi positif COVID-19 menurut waktu di Kota Makassar.
  • Penyebaran kasus PDP dan konfimasi positif COVID-19 di wilayah Kota Makassar.
  • Kejadian transmisi lokal COVID-19 di wilayah Kota Makassar.
  • Kesiapan daerah tentang aspek kebutuhan hidup dasar, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran pengamanan jaring sosial dan aspek keamanan.
  • Lima kecamatan masuk zona merah dengan tingkat penyebarannya yakni, Kecamatan Rappocini, Tamalanrea, Panakukang, Manggala dan Biringkanaya.

Pemberlakukan PSBB: Dalam keputusan Menkes tersebut, ditegaskan Pembatasan Sosial Berskala Besar dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

  • Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan pada 16 April 2020.
  • PSBB Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Keputusan menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan," kata Menkes Terawan dalam bunyi diktum keempat surat keputusan tentang PSBB Kota Makassar yang ditetapkan pada 16 April 2020.

Daerah yang terapkan PSBB:

  • Provinsi DKI Jakarta,
  • Provinsi Jawa Barat diberlakukan di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok.
  • Provinsi Banten diberlakukan di Kota Tangerang Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
  • Provinsi Riau diberlakukan di Kota Pekanbaru.
  • Provinsi Sulawesi Selatan diberlakukan di Kota Makassar.

0 Komentar