Menkes Terawan Tetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Suasana jalanan Ibu Kota Jakarta yang sepi imbas Covid-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

Menkes Terawan Tetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta

Nasional | Jakarta

Selasa, 07 April 2020 11:24 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah DKI Jakarta. Penetapan itu dilakukan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Mengapa ini penting: PSBB diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan pertimbangan peningkatan jumlah kasus menurut waktu, penyebaran kasus menurut waktu, kejadian transmisi lokal, dan kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial, serta aspek pengamanan. Hal itu sesuai dengan permintaan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Konteks:

  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengirimkan surat usulan PSBB sebagai upaya pengendalian penyebaran virus corona atau Covid-19. Surat itu dikirimkan pada 1 April 2020 dengan nomor surat 147/-1.772.1.
  • Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 5 April 2020 juga mengirim surat kepada Menteri Kesehatan dengan nomor B-29/KAGUGAS/PD 01.02/04/2020 terkait usulan penetapan PSBB DKI Jakarta.

Aturan penetapan PSBB: Penetapan PSBB di Jakarta tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19. Keputusan itu ditandatangani oleh Menkes Terawan Agus Putranto tanggal 7 April 2020.

Begini Ketentuan Daerah Bisa Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Langkah selanjutnya:

  • Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan perundang-undangan dan secara konsisten mendorong dan menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
  • PSBB dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu pada hari ini, Selasa (7/4/2020).

Apa saja yang dibatasi: Dalam Permenkes No 9 Tahun 2020 itu disebutkan bahwa PSBB meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.


0 Komentar