Menlu Retno Panggil Dubes AS dan Iran, Minta Ketegangan di Timteng Dihentikan
Menlu Retno Marsudi. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, memanggil Duta Besar Iran Mohammad Azad dan Duta Besar AS Joseph R Donovan Jr. Menlu Retno memanggil kedua dubes tersebut untuk membicarakan terkait ketegangan antara kedua negara itu. 

Di hadapan kedua dubes itu, Menlu Retno berharap agar AS dan Iran sama-sama bisa menahan diri untuk tidak berkonflik. Menurutnya, penyelesaian perbedaan dengan cara kekerasan tidak menguntungkan bagi siapapun.

"Kita berharap masing-masing pihak dapat menahan diri secara maksimal agar tidak terjadi eskalasi konflik lebih lanjut," kata Retno seperti dilansir dari Antara.

Dia menilai, konflik antara AS dan Iran akan menimbulkan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah bila benar-benar terjadi. Hal itu, menurutnya, akan berdampak global, termasuk ekonomi.

Ia juga menyampaikan secara khusus bahwa Indonesia memiliki kepentingan langsung untuk melindungi jutaan WNI yang ada di kawasan tersebut. Menurutnya, memburuknya situasi di Timur Tengah pasti akan berdampak pada WNI tersebut.

"Sebetulnya pesan ini bukan yang pertama kali kita sampaikan karena sebelumnya sudah ada rilis setelah peristiwa itu terjadi, tetapi sekarang ada baiknya saya mengirimkan pesan secara langsung agar para dubes kemudian melaporkan kepada ibu kota masing-masing," ujar Retno.

Lawan AS, Iran Umumkan Langgar Kesepakatan Nuklir, Siap-siap Perang

Seperti diberitakan, ketegangan antara Iran dan AS kembali meningkat setelah komandan Pasukan Quds, sayap Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani terbunuh akibat serangan udara militer AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1/2020).

Presiden AS Donald Trump, yang memerintahkan serangan udara tersebut dan mengancam akan menyerang 52 sasaran di Iran jika negara itu menyerang orang Amerika atau aset AS sebagai balasan atas kematian Soleimani.

Di sisi lain, Iran mengecam tindakan Trump dan berjanji akan melakukan serangan balasan. Iran juga tidak lagi mematuhi semua pembatasan yang diterapkan dalam kesepakatan nuklir pada 2015.