Menristek: Dibutuhkan Waktu Satu Tahun Ciptakan Vaksin Virus Corona

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Bambang Brodjonegoro. (Foto: Humas BNPB)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kementerian yang dipimpinnya telah membentuk konsorsium riset teknologi untuk penanganan Covid-19.

Mengapa ini penting:

• Konsorsium menyusun rencana kerja yang fokus membantu mencegah, mendeteksi dan merespon secara cepat penyakit Covid-19.

• Melakukan riset dan inovasi di bidang pencegahan seperti vaksin dan suplemen.

• Skrining, diagnosis, pengobatan dan teknologi alat kesehatan terkait Covid-19.

Konteks:

• Upaya pemerintah dalam menangani wabah virus corona di Indonesia.

• Data terakhir hingga hari Senin (6/4/2020) tercatat 2.491 kasus terkonfirmasi positif, korban meninggal 209 orang dan sembuh 192 orang.

Konsorsium beranggotakan:

• Lembaga-lembaga penelitian di bawah koordinasi Kemristek seperti LIPI dan BPPT.

• Berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia.

• Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Litbangkes).

• Konsorsium juga melibatkan sektor dunia usaha, khususnya BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan rintisan (start up) di bidang teknologi kesehatan.

Program kerja jangka pendek:

• Konsorsium memiliki skala prioritas jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

• Jangka pendek meningkatkan imunitas tubuh dengan penelitian terkait dengan tanaman herbal.

• Konsorsium akan segera melalui BNPB menyerahkan 4.000 botol pencuci tangan berbentuk gel (gel hand sanitizer) serta 10 unit mobile hand washer berkapasitas 300 liter.

• LIPI sedang melakukan pelatihan tenaga laboratorium untuk penanganan COVID-19.

Peneliti UGM Prediksi Penyebaran Corona di Indonesia Berhenti Akhir Mei 2020

• Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan broadcast message terkait physical distancing.

• Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) menyediakan wisma tamu berkapasitas 100 kamar untuk para tenaga medis di kota Tangerang Selatan.

Program jangka menengah; Konsorsium akan fokus pada penyediaan peralatan tes cepat (rapid test kit), baik yang bersifat deteksi awal maupun deteksi akhir.

• Pengembangan suplemen, multivitamin, immune modulator dari berbagai tanaman Indonesia serta pengembangan robot layanan smart infusion palm, pengembangan ventilator serta pengembangan lainnya.

Program jangka panjang:

• Konsorsium harus mencari dan mengembangkan vaksin dari Covid-19.

• Pengembangan vaksin Covid-19 setidaknya memerlukan waktu minimal satu tahun.

• Kecuali apabila sudah ada vaksin yang telah dikembangkan di luar negeri sebelumnya.

Apa lagi yang diteliti:

• Tim Konsorsium COVID-19 juga sedang fokus mengembangkan suplemen untuk menjaga imunitas tubuh yang dibuat dari berbagai bahan baku di Indonesia.

• Tim juga mengembangkan pengkajian obat Covid-19, salah satunya pil kina yang memiliki kesamaan dengan Chloroquine, obat malaria.

Sumber dana: Untuk penelitian ini pemerintah menyiapkan anggaran besarnya Rp 38 miliar.

Apa katanya: "Mudah-mudahan dengan pengujian ini ada sesuatu barangkali berkontribusi pada pengobatan COVID-19,” kata Menristek Bambang Brodjonegoro, di Jakarta, Senin (6/4/2020).


0 Komentar