Metanoia dalam Karantina

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Isolasi saatnya untuk berefleksi (Ilustrasi: Haluan.co)

-

AA

+

Metanoia dalam Karantina

Opini | Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2020 19:21 WIB


Walaupun terasa bergerak lambat, kita tetap perlu bergerak terus. Jangan merasa lelah untuk menemukan siapa Anda dan apa fungsi Anda.

KINI kita dipaksa tunduk pada salah satu kuasa yang ada di luar jangkauan kita semua. Kini kita perlu berpuasa aktifitas di luar rumah, atau mungkin lebih kita kenal dengan social distancing dan physical distancing. Meskipun saat ini kita tidak dapat pergi ke dunia luar bukan berarti kita tak bisa mengakses dunia luar. Masih ada banyak hal yang dapat kita lakukan selama masa karantina mandiri ini, salah satunya adalah perjalanan mengenal dan menyelami diri sendiri.

Seperti halnya banyak orang, kita kehilangan eksistensi diri ketika berada dalam isolasi. Saat ini banyak dari kita yang mendefinisikan dirinya sebagai apa yang dia lakukan saja. Namun, momentum karantina ini menjadi jendela terang yang membuka kesempatan untuk tahu siapa kita kala kesementaraan yang ada di sekeliling kita hilang.

Metanoia berarti sebuah perjalanan yang dapat mengubah pribadi seseorang hingga jalan hidup mereka. Terdengar sedikit syubhat bagi kita, namun pada dasarnya setiap orang memang akan mengalami perjalanan tersebut.

Kita Telah Jauh Terisolasi

Selama ini social influence tanpa kita sadari telah mengisolasikan kita semua dari diri kita sendiri. Kita akan begitu saja jatuh cinta pada gemerlap kesuksesan, pencapaian, pekerjaan hingga gaya hidup seseorang. Sudah jutaan tren yang terlewat di timeline jejaring sosial, tapi apakah kita pernah pertanyakan apa tren ini untukku? Memang terasa tragis ketika seseorang kehilangan jatidirinya dari dalam kotak ajaib yang iya pegang setiap harinya.

Kita secara suka rela me-lock down keaslian dan originalitas diri dengan bergaul dan berubah menjadi bagian dunia yang tidak memberi kesempatan diri sejati untuk hidup. Banyak dari kita berfikir bahwa melakukan hobi dengan serius itu membuang waktu sekaligus kesempatan untuk tumbuh. Pada dasarnya, pertumbuhan manusia itu tabu! Kita selalu memberikan standar pertumbuhan pribadi pada gambaran lingkungan yang memang tak kompatible dengan lingkup kita saat ini.

Mari sedikit kita bertanya apa pertumbuhan itu?

“Namanya pertumbuhan ya pasti jadi mapan! Punya rumah dan mobil setelah itu tinggal nikah, iya to?”

Secara linier pandangan manusia sudah terpaku pada hegemoni kesuksesan semacam itu, sebuah perkerjaan akan tetap dijalani meski harus menyiksa nurani selama seseorang tetap bisa jalan kaki. Seorang sahabat saya pernah berkata bahwa “kerja sesuai kebutuhan bukan sesuai passion! Makan tu passion!” saya tidak menjawabnya karna memang banyak orang yang merasa tak punya banyak pilihan dalam hidup. Pilihan yang ada dan tersedia seolah hilang tertutup oleh stigma dan asumsi masyarakat terkait dengan usia dan kemapanan seseorang.

Padahal kita semua tak pernah hanya satu pilihan, kita hanya tak tahu apa yang kita inginkan sebenarnya sebab kita tak kenal siapa diri kita. Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap orang-orang yang belum berhasil berkenalan dengan dirinya, saya sangat menyarankan “Highly Recommend” untuk memakai kesempatan isolasi mandiri ini sebagai jalan untuk melakoni perjalanan ke dalam diri.

Bagaimana Kita Memulainya?

Banyak dari kita yang sudah berfikir untuk memulai namun terlalu takut untuk melangkah pertama kali.

“Jangan khawatir, kita semua akan salah"

Satu hal yang saya pelajari adalah tiap kali Anda memulai untuk berkenalan dengan diri Anda, jalan apapun yang akan kita pilih pasti akan berakhir buntu ataupun berakhir pertentangan ditengah-tengah. Hal itu tidak dapat kita hindari, namun yang jelas setiap kali kita bertemu simpangan semacam itu kita akan mendapatkan pelajaran dari sana sekaligus kita mendapat kesempatan untuk improve diri.

Pertama-tama mari kita tanyakan apa kesukaanmu?

Dengan bermodal rada senang dan nyaman sudah sangat cukup untuk melayangkan langkah pertama kita. Seseorang akan merasa dirinya hidup dan lebih hidup ketika melakukan sesuatu yang nyaman dan ia senangi. Maka tidaklah durhaka ketika seseorang mencoba menggali lebih dalam. Kita juga tidak perlu keluar dari pekerjaan kita saat ini, yang kita perlukan hanya waktu dan tekad untuk berkembang dengan apa dan siapa kita.

Bagi waktu dengan tepat

Selanjutnya bagi kita yang memang masih punya pekerjaan kita perlu membagi waktu dengan tepat. Untuk berkembang sesuai dengan diri, kita butuh pembagian waktu. Lakukan pekerjaan Anda dan lakukan yang Anda senangi juga. Jangan sampai kita membunuh salah satunya hanya karena kita tak dapat me-manage waktu dengan benar.

Pelajari apa yang Anda suka

Pelajari dan dalami hal yang kita suka hingga kita mampu menjadi orisinil. Jika Anda suka menulis maka luangkan waktu Anda untuk menulis, perlajari tekniknya, perbaiki dan perkaya bahasanya hingga Anda temukan jenis dan watak tulisan Anda sendiri. Contoh lain jika Anda suka dengan kopi, maka pelajari kopi, rasa yang dihasilkan, jenis kopi, suhu yang tepat untuk memasak hingga detail detail kecil yang terlewat soal kopi.

Bagian ini memang berat kita perlu waktu dan kegagalan untuk terus berkembang. Namun yang perlu Anda ingat, sebuah perjalanan kedalam diri tak kenal garis finish. Seolah menyelam ke dalam samudra kita akan terus menyelam ke dalam hingga kita merasa tak ingat lagi kita tengah menyelam.

Buat project jangka panjang

Ini merupakan salah satu bagian yang paling sering kita lupakan. Kita perlu membuat sebuah tujuan jangka panjang paling tidak dapat menjadi arah jelas dari proses ini. Ketika kita memiliki arah maka perjalanan tidak akan terlalu terasa panjang.

Lupakan soal standar soal sukses dan berhasil lantas mulai bangun dan langkahkan kaki. Semua gambaran akan kebahagiaan tidak pernah akan kita temukan di akun instagram influencer, kita hanya memandang kefanaan yang mereka anggap sebagai kebahagiaan.

Paling tidak Anda harus buat project ini sebagai langkah Anda dalam bercinta dengan diri Anda. Melepaskan itu semua dari buaian uang memang berat, tapi itulah yang wajib kita lakukan saat ini. Ketika uang menjadi faktor kedua maka originalitas akan tumbuh sebagai entitas tersendiri pada setiap karya yang Anda ciptakan.

Konsisten = kunci

Walaupun terasa bergerak lambat, kita tetap perlu bergerak terus. Jangan merasa lelah untuk menemukan siapa Anda dan apa fungsi Anda. Di indonesia banyak orang berbakat, sayang sekali semua orang hanya melihat ke satu sisi padang untuk sebuah kesuksesan berdasar materi dan uang. Sisi pandang tersebut mereduksi bahkan mengebiri semua wujud usaha yang kurang sesuai dengannya.

Boleh mengupat tapi jangan mengeluh”

Kita semua akan berada dalam perjalanan yang memakan waktu. Tapi langkah pertama adalah hal yang pasti akan dijalani. Cepat atau lambat kita semua harus berkenalan dengan diri kita sendiri. Kalaupun boleh saya bilang ini bisa jadi investasi terbaik yang hisa dilakukan seseorang. Sebab sebuah kebahagiaan hanya akan didapat setelah orang tersebut tahu apa yang membuatnya bahagia.

Stay Safe Indonesia, I Love You


0 Komentar