Mobil Nyangkut di Atap Rumah Warga
Mobil Avanza yang nyangkut di atap rumah warga. (Foto: Harianmerapi)

WONOSARI, HALUAN.CO - Satu unit Mobil Toyota Avanza Nopol B-1022-PZP mengalami kecelakaan terjun ke tebing dan tersangkut di atap rumah warga.

Kecelakaan tunggal itu terjadi di ruas jalan kampung Dusun Pagutan, Pengkol, Nglipar, Gunungkidul, Jumat (17/1) siang.

Akibat dari kejadian ini, 3 orang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dua penumpang mobil dan satu orang penghuni rumah yang tertimpa.

“Ketiga korban yang dirawat di Puskesmas I Nglipar tersebut adalah Reyhan (9) dan Aryadi (83) yang merupakan sopir dan penumpang mobil serta Muhammad Zaki warga setempat,” kata Kasi Humas Polsek Nglipar, Aiptu Susilo dilansir dari Harianmerapi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu pengemudi mobil Aryadi (83) warga Ngasem, Ngalang, Gedangsari tengah menjemput anaknya yang masih berusia 9 tahun ke sekolah. Sebelum pulang, ia mengantarkan salah seorang teman anaknya ke Padukuhan Pagutan.

Sesampainya di lokasi kejadian, Aryadi bermaksud berputar arah. Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba mobil Avanza bercat putih itu justru melaju tak terkendali.

Pedal gas mobil terus terinjak, sehingga kendaraan melaju kencang. Mobil naas itu baru berhenti setelah terjun dan menimpa atap rumah milik Adi Wiyono (56) warga setempat.

Di dalam rumah itu terdapat korban Muhammad Zaki sehingga dia terluka. Sementara dua penumpang di dalam mobil juga terluka. Akibat kejadian ini, mobil mendarat dengan posisi vertikal.

“Selain mobilnya hancur, rumah milik Adi Wiyono juga rusak tertimpa mobil,” ujar Aiptu Susilo.

Dikatakan Susilo, belum diketahui secara pasti penyebab mobil tiba-tiba melaju kencang. Namun diduga, sopir tak begitu lihai sehingga tak mampu mengendalikan mobil saat putar balik.

“Apakah karena rem blong atau faktor lainnya masih kami selidiki,” ujarnya.

Saat ini, kecelakaan tunggal tersebut tengah ditangani oleh pihak Polsek Nglipar. Evakuasi kendaraan dari atas atap rumah dilakukan bersama dengan sejumlah relawan.

Namun demikian, untuk mengangkat kendaraan membutuhkan peralatan dan tenaga yang ekstra lantaran kondisi alam di lokasi kejadian cukup ekstrem.