Mudik Dilarang Setelah Ratusan Ribu Pemudik Telah Tiba di Kampung

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi mudik lebaran. (Foto: Liputan6)

-

AA

+

Mudik Dilarang Setelah Ratusan Ribu Pemudik Telah Tiba di Kampung

Nasional | Jakarta

Rabu, 22 April 2020 09:13 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Jokowi Widodo (Jokow) telah memutuskan melarang masyarakat untuk mudik. Namung larang itu baru dikeluarkan setelah ratusan ribu orang telah mudik ke kampung mereka. Pemerintah menyebut baru 7 porsen yang sudah mudik.

Mengapa ini penting: Jauh sebelum kasus virus corona ini merebak, sejumlah gubernur sudah mengimbau masyarakatnya yang ada di rantau untuk tidak pulang kampung selama wabah corona atau COVID-19. Tujuannya adalah untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Di antara gubernur itu:

• Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno lewat edarannya meminta masyarakat Minang di rantau untuk tidak pulang kampung untuk sementara waktu. Imbauan itu disampai Irwan tanggal 24 Maret lalu sebelum ada kasus COVID-19 di Sumbar.

• Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada hari yang sama juga meminta para pekerja di luar daerah agar tak mudik. "Jika penjenengan semua pingin keluarga tetap sehat dan selamat, urungkan niat untuk pulang kampung," kata Ganjar.

• Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengeluarkan maklumat larangan mudik selama pandemi corona. "Barang siapa memaksa mudik, otomatis berstatus orang dalam pemantauan dan harus menjalani isolasi 14 hari," ancam Ridwan Kamil.

• Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, 29 Meret mengimbau warganya tidak mudik. Menurutnya, saat ini adalah masa-masa yang bahaya untuk mudik.

Namun ketika itu pemerintah tidak mengeluarkan sikap tegas untuk melarang orang untuk mudik. Bahkan ada kasus positif corona dilaporkan daerah, mereka yang baru datang dari Jabodetabek.

Tanpa ada larangan yang tegas dari pemerintah itu, kini ratusan ribu orang sudah mudik ke kampungnya masing-masing.

Di daerah mana saja:

• Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menyebut ada 13.273 pemudik dari berbagai kota di Jawa yang masuk. "Walaupun sudah ada imbauan untuk tidak mudik, sampai hari ini masih banyak yang mudik. Dari data, ada 13.723 pemudik," katanya, Selasa (21/4/2020).

• Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo Gatot Seno Aji menyebutkan ada 15.812 pemudik yang masuk ke Kabupaten Purworejo. "Data sampai tadi malam ada 15.812 pemudik yang masuk Purworejo, kata Gatot, Selasa (7/4/2020).

• Di Klaten di laporkan hingga 1 April 2020, ada 10.972 pemudik. Mereka terdata sampai kecamatan dan desa. ”Data terakhir hingga Rabu 1 April 2020 ada 10.972 pemudik masuk Klaten. Mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” kata Asisiten 1 Setda Klaten, Ronny Roekmito.

• Pemerintah Kabupaten Cilacap mencatat jumlah pemudik yang sudah pulang kampung hingga Senin (6/4/2020) ada 34.675 orang dengan data lengkap per kecamatan.

• Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad, Selasa (21/4) ads 253 ribu pemudik yang masuk ke Jabar. Mereka mudik lebih awal karena berbagai alasan, termasuk khawatir wabah corona.

• Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencatat 61.876 pemudik telah tiba di wilayahnya. “Mayoritas pemudik asal Jakarta dan Bekasi, yang merupakan daerah zona merah pendemi virus corona,” kata Bupati Brebes, Idza Priyanti, Selasa (21/4/2020).

Alasan Jokowi melarang mudik: Keputusan itu diambilnya setelah melakukan kajian di lapangan dan survei. Sebanyak 24 persen masyarakat masih bersikeras mudik. Tujuh persen telah mudik ke daerahnya masing-masing dan 68 persen lainnya dilaporkan tak melakukan mudik.

Pemerintah Bakal Denda Rp100 Juta bagi Warga yang Nekat Mudik

“Artinya masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24 persen tadi,” kata Jokowi beralasan.

Larangan mudik ini berlaku efektif terhitung sejak tanggal 24 April 2020 seperti dikatakan Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (21/4/2020).

Pandangan IDI:

• Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai larangan mudik dapat mencegah terjadinya gelombang kedua penularan COVID-19 di Indonesia.

• Penyebaran virus akan semakin tidak terkendali bila mudik masih diizinkan. Sebab, para pemudik tidak hanya berpotensi menyebarkan virus ke kampung halaman, tetapi juga bisa menyebarkan virus ketika kembali ke tempat perantauan.

• IDI menyarankan orang yang sudah terlanjur mudik untuk dikarantina selama 14 hari di kampung halaman untuk mencegah penularan.

“Itu yang menjadi penting di sini, kita bisa fokus per wilayah sekarang,” kata Wakil Ketua PB IDI, Adib Khumaidi, Selasa (21/4/2020).


0 Komentar