Muhaimin Iskandar: KH Ahmad Bagja Telah Menorehkan Prestasi dan Prasasti Semasa Hidupnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Yanuar Prihatin bin KH Ahmad Bagja pada acara tahlil tujuh hari wafatnya KH Ahmad Bagja yang dihadiri wakil Ketua DPR/Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Haluan.co)

-

AA

+

Muhaimin Iskandar: KH Ahmad Bagja Telah Menorehkan Prestasi dan Prasasti Semasa Hidupnya

Nasional | Jakarta

Kamis, 13 Februari 2020 10:14 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - KH. Ahmad Bagja adalah sosok yang sangat layak diteladani. Semasa hidupnya, selalu berpikir dan berbuat yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Demikian pandangan Wakil Ketua DPR RI A. Muhaimin Iskandar yang disampaikannya pada acara Tahlil dan Doa bersama Tujuh Hari Wafatnya KH Ahmad Bagja, di Masjid Raudhatul Jannah, Perumahan Villa Mas Garden, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (12/2/2020) malam.

Mantan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu wafat dalam usia 77 tahun, Kamis (6/2/2020) pekan lalu, di Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC), Warung Buncit, Jakarta Selatan dan dimakamkan di Cirebon.

Sejumlah tokoh yang hadir malam itu menyampaikan testimoni terhadap sosok almarhum KH. Ahmad Bagja. Mulai dari Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Hakim MK Wahiduddin Adams, Menaker Ida Fauziah, Ketua IKA PMII Achmad Muqowam dan Imam Addaruqutni mewakili Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Muhaimin Iskandar menyebutkan bahwa dia mengenal baik dan cukup dekat dengan almarhum KH. Ahmad Bagja.

"Almarhum seangkatan dengan ayah saya, tapi pola hubungan kami lebih seperti sahabat, mentor dan partner yang sejajar, senantiasa memberikan inspirasi, sekaligus dorongan dan motivasi," ujar Cak Imin, begitu dia akrab disapa.

Makanya Ketua Umum DPP PKB itu tidak heran acara memperingati tujuh hari wafatnya KH. Ahmad Bagja malam itu dihadiri jumlah orang yang biasa banyak.

"Semua yang hadir pasti merasakan hubungan kedekatan langsung dengan almarhum. Semua mendapatkan manfaat besar dari kebersamaan dengan beliau selama masa hidupnya," kata Cak Imin.

"Hikmah yang terbesar adalah beliau adalah orang yang sangat bermanfaat buat orang lainnya, chairunnas anfa'uhum. Tentu kita bersama menjadikan beliau sosok yang perlu dicontoh dan diteladani," ulas Cak Imin.

Menurut Cak Imin lagi, KH. Ahmad Bagja semasa hidupnya tidak pernah memikirkan diri sendiri, yang belum tentu semua orang bisa melakukannya.

"Kalau pemimpin itu mikirnya mikir dirinya sendiri, yang penting pondoknya gede dulu yang lain nomor 2. Beliau tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, yang penting bermanfaat dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Almarhum telah menorehkan prestasi dan prasasti semasa hidupnya," kata Cak Imin.

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Wahiduddin Adams mengaku sudah mengenal dekat dengan Ahmad Bahja semasa masih sama-sama di PMII.

"Saya selalu memanggil almarhum dengan kak Bagja. Ketika menjadi Sekjen PMII, beliau menata masalah administrasi organisasi dengan baik. Hal serupa juga dilakukan ketika menjadi Sekjen PBNU. Beliau konseptor yang baik," kata Wahid.

Sebagai tokoh NU, lanjut dia, almarhum KH. Ahmad Bagja adalah sosok yang patut diteladani, baik dalam berorganisasi, pergaulan, maupun dalam kesederhanaan sehari-hari.

Sedangkan Achmad Muqowam menilai Ahmad Bagja sosok yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

"Orang yang pernah menjabat Wakil Ketua DPA, beliau ini selalu hidup sederhana. Ini yang perlu kita teladani semua," ujar mantan Wakil Ketua DPD RI itu.

Dalam berorganisasi pun kata Achmad Muqowam, Ahmad Bagja orang yang sukses. Karena menurut sepengetahuan Muqowam, hanya ada dua mantan Ketua Umum PMII yang menjadi Sekjen PBNU, salah satunya itu adalah Ahmad Bagja.

Sebagai mewakili keluarga, Yanuar Prihatin bin KH. Ahmad Bagja tentu menyampaikan kepada yang hadir malam itu dan termasuk kepada semua pihak yang ikut mensukseskan acara tersebut.

Wapres KH Ma'ruf Amin Melayat Jenazah KH Ahmad Bagja

0 Komentar