Muncul Wacana Reshuffle Kabinet, PSI Minta Menag Fachrul Diganti
Menteri Agama Fachrul Razi. (FOTO: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut merespons munculnya reshuffle kabinet di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Bahkan, PSI mengusulkan agar Jokowi mengganti Menteri Agama Fachrul Razi. 

"Bila presiden sebagai mandataris rakyat dan pemegang hak prerogatif berpikir untuk menyegarkan kabinet agar bekerja dengan lebih baik, PSI mengusulkan Menteri Agama menjadi prioritas utama untuk diganti,” kata juru bicara PSI, Mohamad Guntur Romli, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/2/2020).

Guntur beralasan, Fachrul Razi banyak melakukan sejumlah kekeliruan selama menjabat sebagai Menag. Termasuk, rencana memulangkan 600 mantan kombatan ISIS asal Indonesia.

“Pernyataan tersebut jelas potensial mengganggu rasa aman 250 juta warga negara Indonesia di dalam negeri. Para eks kombatan itu jelas sudah mengkhianati dasar negara Pancasila dan menebar teror demi ideologi yang diyakini,” ujar Guntur.

Adapun kekeliruan lainnya, ungkap Guntur, yakni menunjuk pejabat yang beragama Islam sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama .

“Hal ini mencerminkan kurangnya pengetahuan Pak Menteri tentang birokrasi dan merefleksikan kekurangpekaan beliau atas keragaman masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Sebelum itu, imbuh Guntur, juga ada kekeliruan soal perpanjangan izin Front Pembela Islam (FPI). Menurutnya, Fachrul saat itu menyebut FPI sudah membuat perjanjian dengan Kementerian Agama untuk menerima Pancasila dan NKRI.

Hal itu, menurutnya, yang menjadi penyebab Surat Keterangan Terdaftar (SKT) organisasi itu mau diperpanjang.

“Buat PSI, bukan hanya pernyataan di atas kertas yang mesti dipegang. Yang terpenting adalah perilaku nyata dalam masyarakat. Ketika perilaku sebuah organisasi meresahkan, SKT-nya tidak layak diperpanjang,” katanya.

Resmi, Pemerintah Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS ke Tanah Air

Dia menyebut, ketiga persoalan itu hanya sebagian dari sejumlah kekeliruan yang dilakukan Menag Fachrul. Pasalnya, masih banyak kekeliruan lain yang menjadi alasan untuk mengganti Menag tersebut.

Menurut Guntur, Presiden Jokowi punya tugas besar memajukan Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan para pembantu yang mumpuni.

“Pembantu presiden di kabinet sepatutnya menjadi aset, bukan beban. Sekali lagi, jika Pak Jokowi mulai memikirkan reshuffle kabinet, Menteri Agama agaknya layak jadi prioritas utama. Jangan sampai inkompetensi seorang menteri mengganggu kinerja kabinet secara keseluruhan,” tandasnya.