Mutiara yang Cantik Itu Tewas di Tangan Suami Sendiri
Mutiara Putri (alm) yang dibunuh suaminya sendiri. (Foto: Istimewa)

PAYAKUMBUH, HALUAN.CO - Namanya secantik orangnya, yaitu Mutiara Putri (20). Namun nasibnya begitu malang karena dia harus meregang nyawa di tangan suaminya sendiri.

Warga Kapalo Koto Dibalai, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat itu dianiaya suaminya sendiri Jali Hamid (25) hingga meninggal.

Peristiwa terjadi di rumah kontrakan tempat mereka tinggal di Simpang 4 Tarok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Selasa (7/12020) malam.

Setelah membunuh istrinya, malam itu juga Jali kabur dan melarikan diri ke Pekanbaru, Riau. Namun jejaknya tercium pihak kepolisian dan dia ditangkap di salah satu hotel Pekanbaru.

"Tersangka kita tangkap di Pekanbaru," terang Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony saat menggelar pers di Mapolres Payakumbuh pada Kamis (9/1/2020).

Dijelaskan Kapolres, tersangka berupaya kabur ke luar Sumbar pasca melakukan pembunuhan terhadap istri nya sendiri. Tersangka bakal kabur ke Batam, ditangkap ketika sedang menginap di Hotel Palma Pekanbaru.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, Kapolres menyampaikan kronologis pembunuhan yang berawal ketika korban meminta uang kepada suami untuk membayar angsuran kredit sepeda motor.

Tersangka menjelaskan kepada korban bahwa dia tidak punya uang. Tapi, korban malah marah-marah kepada tersangka yang berlanjut cekcok antara korban dan tersangka.

Di saat cekcok tersebut tersangka melihat korban saling membalas chatting di ponselnya dengan orang lain. Tersangka menanyakan korban chat dengan siapa, namun tidak ditanggapi.

"Cekcok menjadi-jadi. Keduanya bertengkar hingga pelaku memukul korban. Dalam keadaan emosi, tersangka lalu mencekik korban. Karena korban terus bersuara, tersangka malah menutup mulut dan hidung korban. Bukan itu saja, dalam keadaan lemah, kaki dan tangan korban diikat tersangka dengan tali," terang Kapolres.

Penganiayaan itu, dilakukan tersangka pukul 23.00 Wib dan mengetahui korban tidak bernafas sekitar pukul 00.30 Wib.

Kemudian tersangka kabur ke rumah orang tuanya yang ada di Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota dengan mobil.

Sesampai di rumah orang tuanya, tersangka meminta kepada adiknya untuk diantarkan ke Tanjung Pati. Dari Taram ke Tanjung Pati, tersangka diantar anggota keluarganya dengan sepeda motor.

"Kemudian tersangka kabur ke Pekanbaru dengan menumpangi travel. Sedangka, keluarga tersangka saat itu belum mengetahui apa yang terjadi," ucap AKBP Dony.

Saat pelarian, tersangka membawa tiga unit ponsel. Yaitu ponsel milik korban, ponsel tersangka dan satu ponsel yang baru dibeli. "Tersangka terus monitor kondisi pasca kejadian di Payakumbuh melalui ponsel dengan menghubungi teman-temannya," ungkap Kapolres lagi.

Sesampai di Pekanbaru, tersangka sempat kehilangan akal akan kabur arah kemana. Tetapi akhirnya tersangka memilih kabur ke Batam. Di hari itu, tersangka sempat membeli tiket pesawat Lion Air penerbangan Pekanbaru-Batam jadwal penerbangan pukul 18.00 WIB.

"Tersangka berencana akan terbang Rabu sore, tapi niatnya ke Batam batal. Akhirnya tersangka menginap di hotel. Saat menginap itu, tersangka berhasil diciduk. Ini berkat kerjasama tim gabungan, Sat Intel, Satreskrim termasuk keluarga tersangka," tutup AKBP Dony.


Tak Menaruh Curiga

Orang pertama yang menemukan Mutiara Putri yang sudah bernyawa itu adalah Reza Parichi, adik korban sendiri yang mereka bertiga tinggal di rumah itu.

Menurut Reza Parichi (19), saat malam kejadian sekira pukul 23.50 WIB, dia sempat dihubungi oleh suami korban yang mengatakan bahwa dirinya bersama korban akan menginap di tempat teman mereka di Nagari Taram.

Parichi yang tidak menaruh curiga saat itu hanya mengaminkan perkataan kakak iparnya tersebut.

Pada Rabu dini hari, sekira pukul 02.30 WIB, Paruchi pulang ke rumah kontrakan mereka. Namun saat memasuki rumah dia begitu kaget mendapatkan kakaknya Mutiara Putri tertelantang di atas tempat tidur dengan kondisi mulut tersumpal serta tangan dan kaki terikat.

Sementara, kakak ipar sudah tidak ada di tempat. Spontan dia berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar, sehingga tak lama warga sekitar pun berdatangan ke lokasi dan jenazah dibawa ke rumah sakit.