Nadiem Makarim Berpesan Keberadaan Museum Harus Memenuhi Kebutuhan Milenial
Museum Wayang di Jakarta yang terus berbenah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengunjungi Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, belum lama ini. Dilansir dari akun instagram @nadiemanwarmakarim, Sabtu (7/12/2019), dalam kunjungan singkat tersebut, Nadiem berpesan agar keberadaan museum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda.

Didampingi oleh Kepala Museum Benteng Vredeburg, Suharja, Mendikbud berkeliling mengunjungi Tata Pameran Diorama II dan Diorama III.

Selain melihat koleksi museum dan mengunjungi minirama yang berisi visualisasi peristiwa-peristiwa sejarah perjuangan bangsa, Mendikbud juga mencoba beberapa gim interaktif yang terdapat di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.

Kunjungannya ke museum yang terletak di Nol Kilometer kota Yogyakarta ini sekaligus menjadi kunjungan pertama Nadiem Makarim ke museum pengelolaannya berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Nadiem juga berpesan agar keberadaan museum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda.

"Karena museum ini merupakan satu-satunya museum di bawah Kemendikbud yang berada di Yogyakarta, dan perannya sangat penting untuk generasi penerus bangsa, keberadaannya harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terutama generasi muda," tutur Nadiem kepada para pengelola museum.

Untuk dapat menjawab kebutuhan generasi muda, museum dapat merancang berbagai program yang menarik.

"Hal tersebut bisa melalui program-program kegiatan yang menarik dan bisa menjadi magnet bagi mereka tanpa mengesampingkan visi misi museum," tambah Nadiem.

Berbagai upaya dalam mewujudkan visi museum sebagai pusat pelestarian nilai sejarah dan perjuangan telah dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg. Hal tersebut terus ditingkatkan melalui inovasi pelayanan publik berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Kegiatan yang telah berjalan, antara lain, kegiatan mendongeng bersama anak-anak berkebutuhan khusus, bekerja sama dengan Forum Komunitas Museum (Fokus).

Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia, karena melibatkan 1.299 anak berkebutuhan khusus.


Penulis: Milna Miana