Narapidana Dianggap Paling Terancam oleh Virus Corona
Ilustrasi petugas PMI menyemprotkan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Banyaknya lembaga pemasyarakatan (lapas) yang melebihi kapasitas di Indonesia menjadi masalah tersendiri di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. 

Sehingga, menurut pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, hal itu yang membuat para narapidana menjadi terancam dengan keberadaan virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, tersebut.

Trubus menilai, imbauan untuk melakukan social distancing sama sekali tidak bisa diterapkan oleh narapidana bila lapas mereka kelebihan kapasitas.

"Jadi, instruksi terkait sosial distance sama sekali tidak bisa berjalan di lapas maupun di rutan," kata Trubus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Dikatakan Trubus, lapas merupakan salah satu zona merah penyebaran Covid-19. Pasalnya, menurut dia, seluruh lapas di Indonesia sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Ia mencontohkan, Rutan Cipinang yang seharusnya hanya dihuni 1.000 orang, saat ini penghuninya sudah mencapai 4.000 orang. Dengan begitu, instruksi pemerintah untuk tidak membuat kerumunan tidak bisa dilakukan.

Untuk itu, Trubus meminta legislatif mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemasyarakatan menjadi Undang-undang (UU).

Menurut Trubus, DPR bisa bergerak cepat dengan mengesahkan UU Pemasyarakatan tersebut.

"Jika tidak, maka ancaman mewabahnya virus corona bukan tidak mungkin akan menyasar ke dalam lapas," katanya.

Tetap di Rumah Saja, Jakarta Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Trubus menilai, masalah RUU Pemasyarakatan sudah cukup mendesak. Tak hanya kelebihan kapasitas, kata dia, masalah lain seperti sumber daya manusia (SDM) yang profesional juga menjadi sorotan.

Dia meyakini, dengan disahkannya undang-undang tersebut, maka akan berpengaruh terhadap pencegahan atas Covid-19 khususnya di lapas.