Natalius Pigai Duga AM Hendropriyono Mulai Lupa Ingatan, Kok Bisa?

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, tidak sependapat dengan eks Kepala BIN, AM Hendropriyono yang meminta seluruh kepala daerah di Papua dan Papua Barat deklarasi setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Pigai, saat dilantik semua Kepala Daerah di Indonesia sudah 'deklarasi' setia kepada NKRI.

"Barangkali beliau (Hendropriyono) lupa bahwa para kepala Daerah di Indonesia deklarasi setia kepada NKRI di saat 'sumpah pelantikan' PIN Garuda juga di Dada. Barangkali Pak Hendro tangani banyak urusan negara jadi 'lupa ingatan'," sindir Pigai dalam keterangannya, Sabtu (28/12/2019).

Tokoh asal Papua ini juga mempertanyakan posisi sesepuh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini ketika orang Papua diserang rasis.

"Ketika orang Papua diserang teroris-rasis 'kepala daerah' dan 'rakyat' oleh sukunya Pak Hendro di Jawa, ke mana? Dia (Hendropriyono) harusnya bantu negara. Rakyat Indonesia di Papua dibantai oleh aparat negara, Pak Hendro di mana? kok diam 'satu triliun bahasa'?" tanya Pigai.


Menurut Pigai, sebagai tokoh bangsa, juga pakar intelijen, semestinya Hendropriyono meneror penguasa dan pengusaha yang merampok uang rakyat dan diduga bersembunyi dibalik kekuasaan.

"Pak Hendro kan Prof 'Terorism' harusnya teror mental penguasa negara yang maling uang negara 13 triliun dan lainnya tersembunyi di ketiak Istana, penguasa yang komprador Asing dan Aseng harusnya 'sumpah setia pada NKRI', kecuali jika Pak Hendro juga bagian dari oligarki dan komprador yang bersembunyi di balik jargon Pancasila dan NKRI," tukasnya.

Sebelumnya, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meminta seluruh kepala daerah di Papua dan Papua Barat deklarasi setia NKRI. Hendro menegaskan NKRI harga mati yang tak bisa ditawar lagi.

"Para gubernur dan bupati di seluruh Papua dan Papua Barat harus menyatakan secara terbuka deklarasi setia kepada NKRI. Kita nggak mau ada yang main-main mata di belakang layar, oleh karena itu harus dideklarasikan kesetiaan pada NKRI. Supaya jelas siapa yang setia siapa yang tidak. Sebab jika diam saja, tidak jelas mereka memihak NKRI atau OPM," ujar Hendropriyono kepada wartawan, Jumat (27/12/2019).


0 Komentar