Nenek Empat Cucu Ini Sudah Setahun Jalani Bisnis "Lendir" Berkedok Warung Kopi
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia bersama Marsinah (58), tersangka bisnis "lendir". (Foto: Ist)

TULUNGAGUNG, HALUAN.CO - Sudah setahun seorang nenek empat cucu, warga Tulungagung, Jawa Timur ini menjalani bisnis "lendir" atau prostitusi di warung kopi miliknya.

Selama setahun itu pula, bisnis "lendir" berkedok warung kopi yang digeluti Marsinah (58) sebagai mucikari itu berjalan dengan lancar.

Dalam menjalankan bisnis haramnya itu, Marsinah menyedia lima bilik esek-esek di warung kopi miliknya itu.

Tapi yang namanya bisnis busuk, akhirnya tercium juga oleh warga sekitar dan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan dari mayarakat, polisi pun bertindak dengan menggerebek warung kopi milik Marsinah.

Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan dua pasangan yang bukan suami istri di bilik esek-esek yang disediakan Marsinah.

"Tim kami mendapati dua pasangan yang bukan pasutri di bilik warung kopi itu," Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, Senin (20/1/2020).

AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, praktik protistusi yang dikelola nenek itu terungkap setelah pihaknya mendapat pengaduan masyarakat.

Kemudian ditindaklanuti oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim untuk menggerebek warung kopi tersebut.

Dalam interogasi singkat di TKP, dua perempuan itu ternyata dipekerjakan oleh tersangka Marsinah.

Kedua perempuan yang dipekerjakan sang nenek, itu juga sudah berumur setengah baya, yaitu 41 dan 51 tahun.

"Mereka dibandrol Rp 50 ribu untuk sekali kencan. Dari tarif itu, tersangka mengambil keuntungan Rp 10 ribu, sebagai ganti sewa bilik esek-esek," kata alumnus AKPOL Tahun 2000 ini.

Ranah Minang Ternoda, Bisnis "Lendir" Online Muncul di Kota Padang

Diungkapkan Kapolres Tulungagung itu, dari pemeriksaan yang dilakulannya juga terungkap bahwa warung kopi itu sudah beroperasi dalam satu tahun terakhir.

Penghasilan dari penyediaan tempat itu terbilang lumayan. Apalagi, dua perempuan yang dipekerjakan nenek empat cucu itu mampu melayani pria hidung belang sebanyak tiga sampai lima orang tiap harinya.

Akibat perbuatannya itu, nenek itu dijerat dengan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan.