Nggak Kapok-kapok, Pasar di Wuhan Masih Tetap Jualan Hewan Liar

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Pasar Huanan kembali menjual hewan liar setelah wanah corona berakhir di Wuhan (Foto: Getty Images)

-

AA

+

Nggak Kapok-kapok, Pasar di Wuhan Masih Tetap Jualan Hewan Liar

International | Jakarta

Kamis, 02 April 2020 09:03 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Sepertinya masyarakat Wuhan tidak belajar dari pengalaman dan tidak berempati kepada negara lain yang kini tengah berjibaku melawan virus corona baru (COVID-19). Padahal, virus mematikan di dunia itu disebut-sebut awalnya dari pasar basah di Huanan, Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Seperti ditulis Daily Mercury, Pasar Huanan seteleh wabah corona mereda di Wuhan kembali beroperasi dan lagi-lagi menjual hewan liar seperti kelelawar, anjing, kucing, ular, monyet, tenggiling dan hewan liar lainnya. Padahal, kelelawar disebut-sebut sebagai hewan perantara yang menyebabkan pandemik global COVID-19.

Mereka tidak mengindahkan larangan Pemerintah China yang melarang penjualan hewan liar di pasar basah setelah virus corona melumpuhkan China.

Lain halnya dengan Wuhan, Kota Kota Shenzhen benar-benar mematuhi instruksi Pemerintah China yang melarang perdagangan hewan liar seperti kelelawar, anjing, kucing, ular, monyet, tenggiling di pasar.

Seperti dikutip dari News.com.au, di kota tenggara China yang berpenduduk 12 juta jiwa ini warganya dilarang mengkonsumsi semua hewan liar, apakah mereka dibesarkan dan dipelihara di penangkaran atau ditangkap di alam liar.

View this post on Instagram

Selesai lockdown, kini pasar Huanan di Wuhan China mulai beroperasi dan kembali menjual hewan liar, dikutip dari DetikFood. Padahal banyak orang yang sudah mengutuk pasar tersebut karena tidak higienis, dan juga kejam terhadap hewan. . Apalagi, Seperti yang diketahui bahwa pasar seafood Huanan di Wuhan, China, tersebut diyakini sebagai tempat pertama kali virus corona muncul pada Desember lalu. . Di pasar Wuhan tersebut menjual berbagai hewan liar untuk dikonsumsi manusia. Hewan liar yang dijual seperti kelelawar, trenggiling, monyet, ular, anjing, dan masih banyak lagi. Keberadaan hewan liar yang dijual di pasar Wuhan itulah yang diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab virus corona. . Sayangnya, seperti tidak belajar dari pengalaman, pasar-pasar di sana kembali menjual hewan liar untuk dikonsumsi. . Follow @haluandotco | @haluantv | @totalpolitikcom | @teknologi_id | @row.id | @neuronchannel | @hipotesamedia . . #haluanmediagroup #haluandotco #haluan #beritahariini #beritanasional #viral #trending #heboh #coronavirus #waspadacorona #dirumahaja #haluanupdatecorona #janganpanikhadapicorona #bersatucekalcorona

A post shared by Haluan Media (@haluandotco) on

Dalam larangan yang dituangkan dalam peraturan lokal itu, pemerintah menyebut memakan hewan liar sebagai "kebiasaan buruk" dan mengatakan kota itu perlu "meningkatkan kesadaran mereka" akan keselamatan publik.

Peraturan juga hanya menulis jenis hewan yang diizinkan dibeli dan dijual bukan hewan yang dilarang. Otoritas setempat mengubah paradigma tersebut untuk tidak menyebut kelelawar, anjng, kucing, kura-kura, trenggiling dan sebagainya.

Peraturan yang mulai berlaku 1 Mei 2020 di kota pusat teknologi di China hanya mencantumkan daging babi, sapi, domba, keledai, kelinci, ayam, bebek, angsa, merpati, burung puyuh, dan unggas lainnya serta ternak yang dipelihara untuk dikonsumsi.

Makanan laut juga diperbolehkan, tetapi beberapa hewan air sekarang juga dilindungi oleh peraturan tersebut.


0 Komentar