Nias dan Malang Digoyang Gempa

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO – Nias Selatan, Sumatera Utara dan Malang, Jawa Timur digoyang gempa pada Minggu (5/1/2020) pagi.

Gempa di Nias Selatan terjadi sekitar pukul 06.42 Wib bermagnitudo 5.2 dan di Malang terjadi pukul 05.55 Wib berkekuatan magnitudo 4,8.

Bardasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa di Nias terletak di 2.21 Lintang Selatan dan 95.68 Bujur Timur.

Sementara pusat gempa berada di 389 km Barat Daya Nias Selatan-Sumut pada kedalaman 10 Kilometer.

Sementara pantauan BMKG terhadap gempa di Malang, episenter gempa berkekuatan M 4,8 itu berada 66 kilometer (km) barat dara Kabupaten Malang, Jawa Timur dan terjadi di kedalaman 10 km.

Gempa yang terjadi di Nias maupun di Malang tidak memicu gelombang tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kerusakan dan korban jiwa akibat gempa tersebut.

Gempa yang terjadi di Malang merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut," jelas Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam rilisnya, Minggu (5/1/2019).

Guncangan gempa itu dirasakan di di Sawahan Kabupaten Nganjuk, Tempursari di Kabupaten Lumajang, Ponorogo, Trenggalek dalam skala intensitas II MMI atau kondisi di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dengan indikasi benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sementara itu Karangkates di Kabupaten Malang, Tulungagung, Blitar dalam skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan di dalam rumah.

Beberapa warga sempat berlarian ke luar rumah karena terkejut akibat guncangan gempa yang terjadi dengan tiba-tiba, menurut rilis BMKG.

Sejauh ini, menurut Daryono, hasil monitoring dan pengawasan dari BMKG belum menunjukkan terjadi gempa susulan dan masyarakat dihimbau untuk tetap tenang.


0 Komentar