Nikmatnya Cungkring, Makanan Khas Bogor yang Melegenda

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Cungkring makanan langka yang terus diburu pecinta kuliner (Foto: Eatologi)

-

AA

+

Nikmatnya Cungkring, Makanan Khas Bogor yang Melegenda

Food | Jakarta

Selasa, 11 Februari 2020 10:56 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Salah satu kuliner Bogor, Jawa Barat, yang melegenda ialah Cungkring. Makanan satu ini berisi paduan lontong, irisan kikil sapi, dan saus kacangnya gurih enak.

Asal mula nama cungkring, konon berasal dari singkatan 'cungur' alias bibir dan kaki garingan sapi yang merupakan bahan utama menu sarapan ini.

Cungkring merupakan makanan melegenda yang saat ini mulai jarang ditemui. Bila kamu seorang pemburu kuliner, patut mencoba makanan satu ini. Cungkring bisa ditemukan di Jalan Suryakencana yang menjadi titik pusat kuliner di Bogor.

Dilansir dari Tempo, salah satu penjual setia Cungkring, Muhammad Deden menceritakan awalnya, bapaknya yang bernama Pak Jumat menjual cungkring dengan cara berkeliling kota. Namun, bapaknya memutuskan untuk membuat warung dan menetap di Jalan Suryakencana.

"Waktu jualan di Suyakencana sangat ramai, dan kemudian banyak yang kemudian mengikuti ayah saya. Dan mulai banyak juga yang jual cungkring di tempat lain," katanya.

Deden juga menambahkan kalau cungkring yang ia jajakan lebih sedap karena rahasia bumbu kacangnya. Ia juga mengingatkan kepada pembeli agar teliti saat ingin membeli cungkring karena banyak penjual yang mengganti bahan bibir dan otot kaki dengan kikil atau kulit sapi.

Seporsi cungkring biasanya dijual Rp16 ribu per porsi dan disajikan di atas daun pisang beralas kertas nasi diikuti irisan tipis lontong, beberapa lembaran kikil, setusuk sate kikil, dan satu buah gorengan yang sudah dipotong-potong.

Lalu, semua isian disirami saus kacang kemudian diberi kecap manis dan bawang goreng. Kalau ingin sensasi yang pedas, boleh menambahkan sambal hijau cair. Nah, nikmatnya cungkring boleh diadu kok sama kuliner Indonesia lainnya.


Penulis: Nurul Charismawaty


0 Komentar