Ombusdman RI Dukung Wacana ASN Kerja Fleksibel
Anggota Ombusdman RI Laode Ida (Foto; Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ombudsman RI mendukung wacana pengaturan kerja fleksibel bagi ASN. Namun, Ombusdman mengingatkan, program tersebut harus diuji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan.

"Jadi, jangan langsung melakukan perubahan tanpa satu uji coba. Uji coba saja dulu. Harus ada piloting untuk menerapkan program itu," ujar Laode Ida, Anggota Ombusdman RI di Jakarta, Rabu (5/12/2019).

Laode mengatakan, Ombudsman saat ini belum bisa memberikan masukan karena program kerja fleksibel ASN masih sebatas wacana.

Namun, dia mengingatkan agar program itu tak merugikan masyarakat yang harus mendapatkan pelayanan maksimal.

Ia menilai kerja fleksibel bagi ASN bisa saja diterapkan di Indonesia.

Konsep bekerja fleksibel, baik tempat maupun waktu, memungkinkan ASN bisa mendapatkan libur pada Jumat karena memadatkan waktu 80 jam kerja selama 10 hari.

Namun, kriteria-kriteria ASN yang bisa menjalani program kerja fleksibel itu harus terukur secara objektif. Program ini pun disarankan tak diberlakukan bagi ASN di bidang pelayanan publik.

Ia menambahkan, tolok ukur para ASN yang dapat melaksanakan kerja fleksibel sebagai penghargaan atas kinerja mereka juga harus jelas.

Jangan sampai kebijakan itu menimbulkan diskriminasi dan dianggap tidak adil oleh ASN lainnya.

"Maka harus terukur itu kerjanya seperti apa, apa itu harus ada ukurannya. Jadi, semuanya harus dilakukan berdasarkan ukuran-ukuran yang bisa menjadikan orang dianggap, 'oh, itu wajar atau adil.’ Jangan sampai ada yang didiskriminasi," ungkap Laode.


0 Komentar