Ormas Kerinci dan Sungaipenuh Sepakat Gelar Pilkada Beradab
Deklarasi Pilkada 2020 damai para tokoh masyarakat dan ormas se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungapenuh, Jambi (Foto: Haluanjambi.co/Budi Harto)

JAMBI, HALUAN.CO - Menghadapi Pilkada September 2020 mendatang, para tokoh masyarakat dan Ormas se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, Jambi menggelar Silaturahmi dan Deklarasi Pilkada serentak Tahun 2020 yang 'Beradab' di Aula Mapolres Kerinci, Jum'at (17/1/2020).

Acara bertemakan "Menciptakan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang Beradab (Bersatu, Aman, Damai dan Bermartabat) di Provinsi Jambi" dihadiri oleh narasumber Bagus, Ketua MUI Kabupaten Kerinci DR. Mohd. Rasidin dan Ketua MUI Kota Sungaipenuh HM Nawir.

Dalam penyampaiannya, Bagus mengajak Seluruh Perwakilan Tokoh Masyarakat dan Ormas yang hadir untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 nanti.

"Mari kita sukseskan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 yang Beradab, sebagaimana pelaksanaan pilkada tahun 2018 di kabupaten Kerinci yang sudah menjadi contoh," ungkap Bagus.

Ditambahkannya, saat ini Kota Sungaipenuh dan kabupaten Kerinci tidak lagi masuk ke level merah, seperti pada pilkada serentak tahun 2018 kemarin termasuk daerah yang rawan konflik.

"Alhamdulillah sekarang daerah kita tidak masuk level tersebut, hal ini karena peran tokoh masyarakat dan Ormas yang aktif ikut menyuarakan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena jika mengandalkan kepolisian saja ya tidak mungkin," papar Bagus.

Catat! Jokowi Tak Akan Bantu Gibran-Bobby di Pilkada 2020

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Kerinci Mohd. Rasidin mengatakan bahwa Kerinci yang pernah ditetapkan sebagai level daerah rawan pada pilkada tahun 2018 lalu, ternyata malah sebaliknya Kabupaten Kerinci dan kota Sungaipenuh merupakan daerah yang paling aman.

"Pilkada Kerinci pada tahun sebelumnya menunjukkan bahwa daerah kita merupakan daerah yang paling aman dan paling sukses, dan hal ini tentunya sangat luar biasa. Hal ini tentunya berkat kerjasama dari pihak keamanan yaitu Kepolisian dan TNI, dan tindakan preventif yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dan ulama, yang punyo anak jantan dan anak betino," tuturnya.

Penulis: Budi Harto